Kekesalan Bill Gates Soal AS Lamban Atasi COVID-19
Foto: Vov.vn

Kekesalan Bill Gates Soal AS Lamban Atasi COVID-19

Kamis, 26 Mar 2020 | 14:25 | Khalied Malvino

Winnetnews.com -  Amerika Serikat (AS) dinilai telah menghabiskan waktu sehingga kehilangan kesempatan dalam mengatasi penyebaran virus corona tanpa mandatory lockdown. Hal itu diungkapkkan pendiri Microsoft, Bill Gates lantaran dia kesal dengan sikap lamban pemerintah AS.

"AS melewati kesempatan ini untuk mengendalikan (COVID-19) tanpa shutdown," kata Gates dalam acara virtual TED Connects, dilansir Wartaekonomi.co.id dari CNBC.com, Kamis (26/3).

"Kami tidak bertindak cukup cepat untuk memiliki kemampuan untuk menghindari penutupan," tambah Gates.

AS telah menjadi negara dengan dampak terburuk ketiga di dunia dengan hampir 600 kematian dan hampir 50.000 kasus yang dikonfirmasi dari seluruh 50 negara bagian, Washington, D.C., dan setidaknya tiga wilayah AS lainnya.

Angka-angka itu kemungkinan akan naik karena AS terus meningkatkan upaya pengujiannya yang kurang baik.

"Dalam hal pengujian, kami masih belum menciptakan kapasitas itu dan menerapkannya pada orang yang membutuhkan," kata Gates, menegaskan kembali bahwa pengujian di AS tidak cukup terorganisir.

Pemerintah Amerika Serikat telah mulai memberitahu penduduk untuk tetap di rumah. Gates juga mengatakan bahwa meskipun berpotensi berdampak bencana pada perekonomian, lockdown harus berlangsung selama enam hingga 10 minggu.

Pada hari Senin lalu, Presiden Donald Trump mendesak ekonomi AS untuk kembali ke bisnis seperti biasa dalam waktu 15 hari, padahal sebagian besar pakar kesehatan masyarakat menyarankan penahanan untuk membuka kembali perekonomian. Mereka memprediksi bahwa wabah dapat berlangsung selama beberapa bulan.

“Negara kita harus kembali bekerja atau nantinya akan sangat sulit untuk memulai kembali,” ujar Trump.

Trump sangat vokal dalam menyuarakan pendapatnya mengenai keharusan untuk mengakhiri perintah untuk tetap tinggal di rumah, yang diberlakukan pada hampir satu per tiga warga Amerika Serikat demi  memperlambat penyebaran wabah ini.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...