Kelimutu, Danau Cantik dengan Tiga Warna di Flores

Kelimutu, Danau Cantik dengan Tiga Warna di Flores

image0

Flores - Berkunjung ke Flores, tentu saja belum lengkap jika belum singgah dan menikmati Danau yang

dapat berganti 3 warna dan dapat bergantian satu sama lainnya (Danua Kelimutu di Ende).

Danau Kelimutu yang terletak di Nusa Tenggara Timur ini menyimpan sejuta pesona untuk

para wisatawan asing maupun domestik.

Untuk menuju kesana bisa dicapai dari Ende, salah satu kota sejarah dimana Bung Karno pernah diasingkan.

Adapun Airport Ende yang memiliki landasan kecil yang hanya bisa dilalui dengan pesawat kecil.

Sampai di Bandara Ende, Cobalah untuk tawar menawar harga untuk sewa kendaraan, lebih baiknya lagi

sebelum melakukan perjalanan ke Kelimutu anda sudah menyiapkan atau mencari sewa mobil melalui internet.

sehingga sampai disana bisa langsung diantar jemput menuju Kelimutu.

Dari Kota Ende menuju Desa Moni. Di Desa Moni anda bisa bermalam sebelum melihat matahari terbit di Dananu Kelimutu.

Banyak HomeStay yang menawarkan penginapan, Mulai dari harga murah sampai harga yang mahalSesuia Buget anda.

Biasanya pukul 04:00 pagi traveler akan dibangunkan oleh pengelola homestay untuk siap-siap menuju Kelimutu.

Persiapkan jaket tebal, topi kupluk, masker, dan kaos kaki serta sepatu atau sendal gunung untuk dipakai selama

pendakian ke Danau Kelimutu.

Sesampai di gerbang kawasan Kelimutu, Anda perlu berhenti sejenak untuk membeli karcis. Harga tiket masuk domestik dan

luar negeri berbeda harganya. Selesai membeli tiket Anda lanjutkan perjalanan sekitar 25 menit melewati jalan-jalan berliku

menuju parkiran atas. Setelah sampai di parkiran, traveler dapat melanjutkan dengan berjalan kaki selama 30 menit menuju

puncaknya.

Jika tidak terlambat sampai di atas, traveler bisa menyaksikan matahari terbit yang muncul dengan sinar keemasan ke bukit

dan tiga danau yang ada di Kelimutu. Indahnya memang harus diabadikan dengan foto dan video.

Selesai menyaksikan sunrise, Anda bisa turun ke tempat parkir dan coba singgah ke danau yang satunya. Biasanya danau itu

berwarna coklat, berbeda dengan danau yang Anda lihat dari atas dengan warna biru tosca.

Konon tiga danau tersebut ada sebutannya. Tapi entahlah itu hanya dongeng belaka atau memang sejarah yang perlu Anda

lestarikan. (yd/ra)