Keluarkan Lava Pijar, 2 KM dari Gunung Anak Krakatau Tertutup untuk Umum

Keluarkan Lava Pijar, 2 KM dari Gunung Anak Krakatau Tertutup untuk Umum ilustrasi

WinNetNews.com - Kondisi Gunung Anak Krakatau terus melontarkan lava pijar ke segala arah. Terjadi letusan sebanyak 422 kali pada Rabu (3/10). Getaran terasa hingga Pos Pemantau Pasauran, Kabupaten Serang.

Kilauan cahaya lava terlihat jelas pada malam hari, semburan lava pijar terlihat melalui CCTV di Pos Pemantau Gunungapi Anak Krakatau di Pasauran, Kabupaten Serang.

"Visual malam dari CCTV teramati sinar api. Terdengar suara dentuman dan dirasakan getaran dengan intensitas lemah hingga kuat dipos PGA," kata Kepala Pos Pemantau Gunungapi Anak Krakatau, Denny Mardiono dalam keterangannya, Kamis (4/10/2018).

Akibat letusan yang mengeluarkan lava tersebur, getaran dan dentuman dirasakan di daerah terdekat dengan Gunung Anak Krakatau. Lontaran lava akibat letusan itu terpantau ke segala arah.

Meski demikian, status Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda itu masih berada di level II atau waspada. Masyarakat tidak diperbolehkan mendekat radius 2 km dari kawah.

"Masyarakat atau wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah," katanya. (detikcom)