Kemacetan Jakarta Berkurang di 2018, Omong Kosong atau Fakta?

Sofia
Sofia

Kemacetan Jakarta Berkurang di 2018, Omong Kosong atau Fakta? Beberapa pengguna Twitter mengaitkan peningkatan tersebut dengan MRT baru, padahal peningkatan tersebut dicatat sebelum MRT Jakarta beroperasi. (Foto: inovasee.com)

Winnetnews.com - Menurut rilis terbaru Tom Tom Traffic Index, kemacetan Jakarta di 2018 tercatat menurun hingga 8%, membuatnya menjadi kota yang menunjukkan kemajuan terbesar terkait kondisi lalu lintas.

Tom Tom merupakan perusahaan teknologi yang mengatur lalu lintas. Dalam Indeks Lalu Lintas 2018 tersebut, Tom Tom menyoroti tingkat kemacetan pada 403 kota di 56 negara.

Indeks tersebut menempatkan Jakarta di posisi 7 sebagai kota paling macet di dunia. Ini merupakan perkembangan yang positif mengingat pada tahun 2017 Jakarta menempati urutan keempat.

“Percaya atau tidak, lalu lintas di beberapa kota berkurang dari waktu ke waktu! TomTom Traffic Index melaporkan bahwa tingkat kemacetan di Jakarta menurun," kata akun Twitter Tom Tom, Kamis (13/6/2019).

Tingkat kemacetan rata-rata di Jakarta adalah 53 persen pada 2018, dibandingkan dengan 61 persen pada tahun sebelumnya.

Beberapa pengguna Twitter mengaitkan peningkatan tersebut dengan MRT baru, padahal faktanya peningkatan tersebut dicatat sebelum MRT Jakarta beroperasi.

Indeks Lalu Lintas TomTom dihitung dari data GPS anonim yang dikumpulkan melalui perangkat navigasi sistem dasbor dan smartphone, kata indeks itu di situs webnya.

Tercatat, Mumbai di India (65 persen) adalah yang paling padat lalu lintasnya, diikuti oleh Bogota (63 persen), Lima (58 persen), New Delhi (58 persen) dan Moskow (56 persen).

Apa Reaksi Kamu?