Kemana Janji Anies Sandi Soal Melepas Saham Perusahaan Bir?
Sumber : Istimewa

Kemana Janji Anies Sandi Soal Melepas Saham Perusahaan Bir?

Minggu, 8 Apr 2018 | 09:41 | Oky

Winnetnews.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beberapa waktu lalu mengatakan Pemprov DKI ingin uang halal yang masuk ke APBD DKI.

"Kami ingin uang halal. Kami ingin dari kerja halal. Enggak berkah itu," kata Anies di Gedung Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (31/10/2017) malam. Ucapan halal tersebut, didasarkan oleh dugaan praktik prostitusi yang dituduhkan ke Alexis.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, belum ada pembicaraan melepas saham Pemerintah Provinsi DKI di perusahaan bir, PT Delta Djakarta Tbk. Pelepasan saham perusahaan tersebut merupakan janji Sandiaga dan pasangannya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat berkampanye pada Pilkada DKI 2017.

"Kami belum ada pembicaraan detil, tetapi sekarang review-nya masih berjalan. Kami belum ada detil arahannya," ujar Sandiaga di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat (6/4/2018).

Sandiaga mengatakan, Pemprov DKI harus berkoordinasi dengan pemegang saham lainnya dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melepas saham di sana.

"Seandainya mengambil keputusan harus berkoordinasi juga dengan OJK dan pemegang saham karena ini perusahaan Tbk," ucapnya.

Ia menambahkan, akhir April akan diadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Dalam kesempatan itu, barulah diputuskan apakah Pemprov DKI akan melepas saham atau tidak.

"Sekitar akhir April, kami akan sampaikan pemikiran Pemprov DKI soal kepemilikan saham di perusahaan tersebut," kata Sandiaga.

Pemprov DKI memiliki saham sebesar 26,25 persen di PT Delta Djakarta Tbk. PT Delta Djakarta memegang lisensi produksi dan distribusi beberapa merek bir internasional. DKI sudah menanam saham di perusahaan itu sejak tahun 1970. Dividen yang dihasilkan dari kepemilikan saham di PT Delta Djakarta Tbk terbilang cukup baik. Sejak 2010, dividen yang didapatkan dan distor ke kas Pemprov DKI mencapai puluhan miliar.

Pada 2010 dividen yang didapatkan sebesar Rp 39,8 miliar, sedangkan pada 2011, 2012, 2013 hingga 2014 terus meningkat secara berurutan yaitu sebesar Rp 44,1 miliar, Rp 46,2 miliar, 48,3 miliar, dan Rp 50,4 miliar. Memasuki 2015 dividen turun menjadi Rp 25,2 miliar. Angka yang sama juga didapatkan pada 2016.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...