(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Kemarahan Ahok Pada Pemilik Penthouse Hotel

Rani
Rani

Kemarahan Ahok Pada Pemilik Penthouse Hotel

WinNetNews.com - Protes yang dilakukan oleh seorang pemilik Phentouse Hotel pagi tadi di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (14/12/15) menyulut emosi Gubernur DKI Jakarta, Basuki T. Purnama (Ahok).  Pemilik Hotel yang terletak di daerah Mangga Besar, bernama Handoyo itu tak terima karena usahanya akan ditutup oleh Pemprov DKI Jakarta.

Baca juga artikel: Pemilik Penthouse Hotel Hadang Ahok di Balai Kota

Awalnya Ahok menerima kedatangan Handoyo dan mendengarkan dengan seksama protes yang disampaikan oleh Handoyo. Sejumlah dokumen disodorkan oleh Handoyo kepada Ahok. Namun, suasana berubah ketika Ahok menduga ada permainan izin pengubahan peruntukan antara pemilik dan oknum Dinas Tata kota DKI Jakarta.

"Jangan-jangan Bapak enggak bayar pajak 10 persen, jangan begitu loh Pak. Itu hak rakyat loh!" ujar Ahok kesal sembari memukul berkas map putih yang disodorkan oleh Handoyo.

Menurut Ahok, saat ini memang banyak bangunan di Jakarta yang berdiri tidak sesuai peruntukan. Karena itu, sejak dirinya bersama Joko Widodo memimpin Jakarta, persoalan tata ruang harus melalui peraturan daerah (perda) bersama DPRD.

"Perda mengatakan 5 tahun baru boleh diubah direvisi. Jadi semua masalah yang masuk ke kami, kami simpen untuk kami ubah di perda 2019. Tapi usahanya bagaimana? Kan syarat peruntukan dia boleh enggak kita kasih perubahan peruntukan? Enggak boleh dong sekarang kan perda. Terus izinnya dicabut karena kita enggak bisa kasih izin," jelas Ahok.

 

Kemarahan Ahok makin menjadi-jadi saat Handoyo mendesaknya segera mengeluarkan Pergub yang mengizinkan pihaknya tetap beroperasional. Ahok kemudian menegaskan pihaknya akan mencoba membantu Handoyo. "Anda enggak usah ngapa-ngapain, saya beresin. Hotel Anda masih jalan (tahun depan) cuma suratnya ditilang sampai 2019, aku lagi cari cara aturan buat ngubah. Gue yang mau coba baik saja masih dikibulin orang!" kata Ahok sambil memukul-mukul map putih.

Ahok mengatakan pihaknya akan membuat Perda perihal pengaturan izin usaha agar tidak dapat sembarang diubah oleh Pemprov DKI Jakarta begitu saja. Sebab, selama ini Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BPKRD) rawan menyalahgunakan kuasanya.

"Jadi kita kan mau buat Perda nih, kalau dulu sebelum kami masuk mau hijau mau ungu mau danau diubah apapun semua boleh hanya pakai Pergub. Jadi gubernur waktu rapat TPUT dulu, sekarang jadi BKPRD itu jadi kuasa penuh dan rawan permainan. Makanya pas saya jadi gubernur dan sama Pak Jokowi waktu itu, kita mau mem-Perda-kan supaya enggak bisa lagi gubernur mengganti seenaknya," kata dia.

"Ya sama kayak kasus (RS) Sumber Waras. Itu pengusahanya berpikir, masih cara lama tahu enggak. Dia mau beli rumah sakit dan mau diubah jadi mal. Nah karena kita sudah tegas enggak bisa, enggak bisa main ini. Nah, ini kasus (Penthouse Hotel) sama," sambungnya.

Ahok menengarai ada permainan oknum saat mengeluarkan izin peruntukkan bangunan kala itu. Namun, dia enggan mempersoalkan kesalahan Pemprov di masa lampau karena yang terpenting baginya saat ini memperbaiki sistem pemerintahan.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});