Kembali Terjadi di Amerika, Paket Bom Meledak
ilustrasi

Kembali Terjadi di Amerika, Paket Bom Meledak

Kamis, 22 Mar 2018 | 07:48 | Rusmanto

WinNetNews.com - Sebuah paket bom meledak di kompleks fasilitas jasa pengiriman FedEx di San Antonio, Texas, Amerika Serikat (AS). Paket itu dikirimkan ke sebuah alamat di Austin, yang dua hari sebelumnya dilanda ledakan bom hebat. 

Tercatat telah terjadi empat ledakan bom kuat yang mengguncang Austin sepanjang bulan ini, dengan yang terbaru terjadi pada Minggu (18/3) waktu setempat. Empat ledakan bom di Austin yang diduga didalangi seorang pengebom berantai itu, menewaskan dua orang dan melukai enam orang lainnya.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (20/3/2018), sebuah paket bom yang meledak di San Antonio ini meerupakan paket bom kelima yang meledak di negara bagian Texas. Paket bom ini diketahui berisi paku dan serpihan logam. Ledakan terjadi di pusat distribusi FedEx Corp di San Antonio, pada tengah malam waktu setempat.

Sejumlah pejabat dinas pemadam kebakaran San Antonio menyebut satu orang yang merupakan karyawan FedEx mengalami luka-luka akibat ledakan ini. Pake bom yang meledak itu diketahui hendak dikirimkan ke sebuah alamat di Austin, yang berjarak 105 kilometer dari San Antonio. 

Belum diketahui siapa pengirim paket ini dan ditujukan kepada siapa di Austin. Para agen Biro Investigasi Federal (FBI) dan agen dari Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api dan Peledak AS telah dikerahkan ke lokasi ledakan untuk melakukan penyelidikan. 

Otoritas Texas belum menyatakan apakah ledakan di San Antonio ini terkait dengan empat ledakan sebelumnya di Austin. Namun diketahui bahwa empat paket bom yang meledak di Austin memiliki kemiripan dan diduga dirakit oleh orang yang sama. 

Empat paket bom itu meledak pada 2 Maret, 12 Maret -- ada dua ledakan -- dan 18 Maret lalu. Tiga ledakan berasal dari paket berisi bom yang diletakkan pada malam hari di beberapa rumah di bagian timur Austin. Satu bom lainnya meledak di bagian barat Austin.

Rentetan ledakan di Austin ini memicu kecurigaan otoritas setempat bahwa seorang pengebom berantai sedang beraksi. Pelaku di balik keempat ledakan itu belum ditangkap. 

"Kami jelas berhadapan dengan apa yang kami perkirakan sebagai pengebom berantai pada saat ini," ucap Kepala Kepolisian Austin, Brian Manley, pada Minggu (18/3) lalu. (detikcom)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...