Kemenhub Kerja Ekstra Tentukan Nasib Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang Belum Jelas
FOTO: Kontan

Kemenhub Kerja Ekstra Tentukan Nasib Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang Belum Jelas

Senin, 2 Mar 2020 | 14:57 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Pasca proyek kereta cepat dihentikan atas kesepakatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) selaku kontraktor proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, Senin (2/3/2020), membuat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kerja ekstra.

Disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenhub, Djoko Sasono, pihaknya masih mengumpulkan masukan dari berbagai pihak terkait proyek tersebut. Kemenhub belum menentukan langkah lanjutan perihal penyetopan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ini.

"Kami mendengarkan dulu, banyak sekali masukan-masukan. Nanti tentu kami akan melakukan komunikasi internal pemerintah untuk mengambil langkah-langkah," ucapnya, Senin (2/3/2020) seperti dikutip CNNIndonesia.com.

Djoko menambahkan, selama proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ini dihentikan, pemerintah bakal terus mengevaluasi metode kerja  yang selama ini diterapkan. Kendati begitu, Djoko belum memastikan terkait dampak kepada investasi mega proyek tersebut.

"Intinya bahwa kami sekarang menjaring dan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya," ucapnya.

Kementerian PUPR memutuskan untuk menghentikan sementara pembangunan  proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya.

Plt Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Danis Sumadilaga menjelaskan penghentian dilakukan setelah hasil pengamatan Komite Keselamatan Konstruksi (K3) PUPR menyatakan sistem manajemen konstruksi proyek kereta cepat tidak aman dilanjutkan.

K3 PUPR menemukan indikasi yang berpotensi membahayakan keselamatan, kesehatan pekerja, dan lingkungan.

Selanjutnya, proyek itu menghalangi akses jalan tol dan non tol serta mengganggu sistem drainase sehingga harus diambil keputusan penyetopan sementara.

"(Penghentian sementara) efektif 2 Maret nanti selama 2 minggu. Alasan utamanya berkaitan dengan metode kerja," kata Danis.

Pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sendiri dimulai sejak peletakan batu pertama pada 2016 lalu.

Bertindak sebagai kontraktor pembangunan proyek adalah Konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang terdiri dari empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Keempatnya meliputi, PT KAI (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII, dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dengan China Railways.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...