Kemenkeu Umumkan Defisit APBN hingga Januari 2021 Mencapai Rp45,7 Triliun
enteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Kemenkeu Umumkan Defisit APBN hingga Januari 2021 Mencapai Rp45,7 Triliun

Selasa, 23 Feb 2021 | 15:38 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Menteri Keuangan Sri Mulyani mengumumkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada Januari 2021 tercatat defisit Rp 45,7 triliun. Defisit tersebut terjadi karena pendapatan yang lebih rendah dibandingkan belanja negara.

Pendapatan negara pada Januari 2021 sebesar Rp 100,1 triliun yang bersumber dari penerimaan pajak Rp 68,5 triliun, kepabeanan dan cukai Rp 12,5 triliun, PNBP Rp 19,1 triliun. Sedangkan hibah nol.

Selanjutnya, untuk belanja negara sebesar Rp 145,8 triliun. Belanja negara terdiri dari belanja K/L Rp 48 triliun, belanja non K/L Rp 46 triliun. Kemudian transfer ke daerah Rp 50,3 triliun dan dana desa Rp 800 miliar.

"TKDD menurun namun breakdown-nya dana desa melonjak tinggi Rp 800 miliar dibanding Rp 300 miliar tahun lalu ini sekali lagi untuk mendukung rakyat kita melalui BLT desa," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers, Selasa (23/2/2021).

Dengan pendapatan Rp 100,1 triliun dan belanja Rp 145,8 triliun, maka defisit APBN pada Januari 2021 sebesar Rp 45,7 triliun.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...