Skip to main content

Kemenperin: wajibkan pelumas ber-SNI

Kemenperin: wajibkan pelumas ber-SNI
Kemenperin: wajibkan pelumas ber-SNI

WinNetNews.com - Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan memberlakukan kebijakan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib pada produk pelumas di Tanah Air. Saat ini, regulasi SNI pelumas di Indonesia masih bersifat sukarela.

Direktur Industri Kimia Hilir Kemenperin Teddy Sianturi mengatakan, dengan pemberlakuan SNI tersebut pihaknya berharap semua produk pelumas memiliki standar pasti yang baik. Sebab, selama ini masih banyak ditemukan produk pelumas yang tidak terstandar dengan baik.

"Produk impor yang kita sayangkan banyak dipalsukan juga. Jadi supaya tahu standar atau tidak, harus SNI. Ini jadi tolak ukur," ujarnya dalam diskusi Forum Wartawan Industri di Bandung, Jawa Barat, kemarin, seperti dikutip dari Merdeka, Jakarta,Minggu (30/10/2016).

Persyaratan mendapatkan SNI hampir sama saat mendapatkan NPT (Nomor Pelumas Terdaftar). SNI ini sendiri nantinya akan menjadi pendukung NPT yang selama ini menjadi tolak ukur dalam memenuhi standar dan mutu pelumas yang wajib diikuti. Sehingga diharapkan, seluruh penjual pelumas tidak hanya di bengkel besar, tetapi juga bengkel kecil dapat menjual pelumas yang sudah SNI.

"Jadi yang wajib itu hanya regulasinya pemerintah, standarnya tetep SNI. Dengan adanya ini maka tidak boleh lagi tukang di pinggir jalan tak jual Pelumnas yang tak ada SNI nya," tuturnya.

Dikatakan Teddy, rencana SNI untuk produk pelumas tersebut nantinya akan dituangkan dalam payung hukum melalui Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin). Saat ini, beleid tersebut masih dalam pembahasan dan diharapkan selesai pada pertengahan 2017.

"Kita mengharapkan Permen di Juni 2017 selesai. Dengan itu semua merek dalam dan luar wajib uji. Pak Menteri lagi gebu-gebu selesaikan ini," tandasnya.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top