Kementan katakan realisasi impor jeroan masih nihil

Rike
Jumat, 29 Juli 2016 20:55 WIB
Oleh Rike pada Jumat, 29 Juli 2016 20:55 WIB
Image Kementan katakan realisasi impor jeroan masih nihil

WinNetNews.com-Kementerian Pertanian mengatakan belum ada jeroan yang masuk pasar di tanah air meskipun keran untuk impor jeroan sudah dibuka lebar. Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Kemtan, Fini Murfiani menyatakan sampai saat ini realisasi impor jeroan yang masuk masih nihil.

"Kami sudah buka kesempatan impor, tapi tergantung respons dari importir. Karena Permentannya baru dikeluarkan, maka perlu waktu, masih proses," ucapnya, Jumat (29/7). Menurut Fini, Kemtan mencabut larangan impor jeroan sapi ke wilayah Indonesia guna menstabilkan harga. Fini menambahkan pencabutan larangan sudah sesuai dengan undang-undang demi memenuhi suplai kebutuhan masyarakat. Ia pun menegaskan tidak ada perbedaan antara impor daging sapi dengan jeroan. Dia melanjutkan, ketika mengimpor sapi, di dalamnya pun terdapat jeroan, hingga tak ada bedanya jika ada impor jeroan secara khusus.

"Kuliner Indonesia itu dari jeroan, seperti keripik paru. Para pedagangnya mengaku kehabisan bahan baku. Makanya kita membolehkan lagi. Tapi tentu dengan analisis dan risiko aspek keamanan pangan," terangnya.

Sementara menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Importir Daging Sapi Indonesia, Thomas Sembiring, tak semua komponen jeroan yang bisa masuk ke Indonesia, tapi hanya tiga jenis yakni hati, jantung, dan paru.

Waspadai Bumbu Masakan Ini
Sama dengan Uruguay dan Argentina, Prancis Dua Kali Juara Piala Dunia

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.