Skip to main content

Kementerian Kehakiman Australia Belum Dapat Surat Permohonan Bantuan dari AFP

Kementerian Kehakiman Australia Belum Dapat Surat Permohonan Bantuan dari AFP

WinNetNews.com - AFP (Australian Federal Police) dimintai bantuan oleh Polda Metro Jaya untuk mengungkap kematian Mirna. Akan tetapi, AFP tidak bisa langsung membantu Polda Metro karena bantuan tersebut harus disetujui oleh Menteri Kehakiman Australia.

Dilansir dari media Australia, Sydney Morning Herald, Sabtu (6/2/2016), persetujuan seorang menteri itu penting karena Jessica saat ini telah ditahan dan bisa menghadapi hukuman mati. Namun menurut Kementerian Kehakiman Australia, menterinya Michael Keenan belum menerima surat permohonan resmi dari AFP.

"Menteri belum menerima permintaan resmi terkait persetujuan bantuan dari AFP berdasarkan pedoman hukuman mati," kata juru bicara Menteri Kehakiman Australia.

"Berdasarkan pedoman AFP, membantu kepolisian internasional harus disetujui dan ditanda tangani oleh Menteri Kehakiman jika seseorang telah ditahan, ditangkap atau dihukum pidana yang membawanya ke hukuman mati," lanjutnya.

Jessica ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat (29/1) malam terkait kasus kematian Mirna yang tewas karena racun sianida di es kopi yang diminumnya di Olivier Cafe, Grand Indonesia, Jakpus pada Rabu 6 Januari lalu.

Baca juga: Pagi ini Jessica Jalani Rekonstruksi Kematian Mirna di Kafe Olivier

Ia kemudian diamankan oleh Subdit Jatanras Polda Metro Jaya di Hotel Neo kamar 822 pada pukul 07.45 WIB, Sabtu (30/1) dan langsung ditahan malam harinya.

Australia menjadi negara penting dalam kasus ini, sebab di negeri inilah Mirna dan Jessica kuliah satu kampus. Setelah lulus kuliah, Mirna pulang ke Indonesia sedangkan Jessica bekerja sebagai tenaga kontrak di bagian administratif perusahaan penyewaan ambulans NSW Ambulance di Sydney.

Sumber: Detik

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top