Kementerian: Penutupan Ford Tak Pengaruhi Industri Otomotif

Kementerian: Penutupan Ford Tak Pengaruhi Industri Otomotif

Jumat, 29 Jan 2016 | 16:06 | Liani
WinNetNews.com - Penutupan PT Ford Motor Indonesia dinilai tidak akan memengaruhi industri otomotif nasional, kata Dirjen Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan.

"Tidak ada pengaruh (terhadap industri otomotif), karena FMI belum punya industri di sini," kata Putu melalui pesan singkat yang diterima di Jakarta, Selasa (26/1/2016).

Putu menyampaikan, hingga kini FMI masih menjadikan Indonesia sebagai pasar untuk menjajakan mobil asal Amerika Serikat tersebut.

Sebelumnya, Putu mengaku menerima surat elektronik berisi informasi tutupnya operasional PT FMI pada Senin (25/1/2016) sore.

Baca Juga: Bank Mandiri Siap Kucurkan Dana Untuk Divestasi Freeport

Dalam surel tersebut, pihak Ford menyampaikan akan tetap berkomitmen melayani pasar global sekaligus merestrukturisasi secara agresif bagian-bagian bisnis yang tidak memiliki jalur beralasan dalam mencapai pertumbuhan penjualan dan keuntungan yang berkesinambungan. Khususnya di negara-negara, di mana dinamika pasar yang ada tidak memungkinkan Ford untuk dapat bersaing secara efektif.

 

Menurut surel itu, setelah mempelajari secara seksama setiap opsi yang memungkinkan, Ford menyampaikan tidak ada jalur menuju keuntungan yang berkesinambungan di Indonesia. Oleh karena itu, mobil asal Amerika Serikat tersebut akan menghentikan seluruh operasi di Indonesia sebelum akhir tahun 2016 dan mengonsentrasikan sumber daya yang ada di tempat lain.

"Keputusan ini baru saja kami ambil dan kami sudah mengomunikasikan kepada seluruh karyawan dan dealer kami," tulis surel tersebut.

Sejalan perusahaan melaksanakan proses penutupan, lanjut surel itu, yang menjadi prioritas adalah untuk memastikan bahwa karyawan dan mitra dealer dengan hormat mendukung mereka di dalam transisi ini.

Baca Juga: Wall Street Ditutup Positif

"Selain itu, kami juga akan menghubungi para pelanggan kami untuk menjelaskan komitmen kami dalam memfasilitasi kesinambungan dukungan servis, suku cadang, dan garansi kendaraan mereka sehubungan dengan rencana penutupan ini," tutup surel itu.

Dilansir dari laman wartaekonomi

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...