(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Kenali Anxiety, Gangguan Mental Di Kalangan Remaja

Oky
Oky

Kenali Anxiety, Gangguan Mental Di Kalangan Remaja sumber foto : https://www.sbs.com.au/news/insight/tvepisode/anxiety-0

Apa Itu Anxiety Disorder?

Anxiety Disorder, gangguan kecemasan atau phobia sosial adalah salah satu bentuk stress yang dialami oleh seseorang baik secara fisik, emosional maupun sudut pandang mereka terhadap lingkungan sekitar. Kecemasan yang mereka rasakan berkaitan tentang apa yang akan terjadi di masa depan atau merasa bersalah karena hal yang dikhawatirkan tersebut menjadi gangguan stres yang sangat berbahaya dan berdampak mematikan. 

Kecemasan umum merupakan reaksi normal terhadap stres dan dapat bermanfaat dalam beberapa situasi. Kecemasan umum dapat mengingatkan kita akan bahaya dan membantu kita mempersiapkan dan memperhatikan hal yang akan terjadi. Namun, gangguan kecemasan berbeda dari perasaan gugup atau cemas yang normal. Gangguan kecemasan melibatkan rasa takut atau kecemasan yang berlebihan. 

Lantas, apa saja ciri - ciri penderita Anxiety Disorder?

  • Kecemasan Yang Berlebihan 

(sumber foto : https://graziadaily.co.uk/life/health-fitness/are-you-worried-sick/)

Kecemasan adalah hal umum yang dialami setiap orang, namun yang membedakan gangguan kecemasan dengan kecemasan umum adalah gangguan kecemasan dapat mempengaruhi rutinitas kehidupan sehari hari dalam jangka waktu yang lama untuk penderita anxiety. Kecemasan umum dapat menuntun kita untuk memikirkan solusi dan strategi untuk menghadapi situasi tertentu, sedangkan gangguan kecemasan atau Anxiety cenderung tidak memberikan jalan keluar atau solusi. Selain itu, kecemasan umum cenderung menjadi keadaan sementara sedangkan gangguan kecemasan atau Anxiety dapat terjadi secara berkepanjangan. 

  • Panik 

(sumber foto : https://www.anxiety.org/panic-attacks)

Rasa panik seringkali dirasakan oleh penderita anxiety disorder. Ketika kecemasan itu muncul, penderita akan mengalami sesak napas, jantung yang berdegup kencang, berkeringat, hingga merasa kedinginan atau sangat kepanasan. Tidak semua orang panik merasakan tanda tanda tersebut. Akan tetapi, jika rasa panik yang dirasakan terus menerus maka dapat disimpulkan orang tersebut mengalami penyakit anxiety.

  • Selalu Menghindari Kegiatan Sosial

(sumber foto : http://salmasetyoko.blogspot.com/2016/09/kepribadian-anti-sosial-penyendiri.html)

Penderita gangguan kecemasan cenderung lebih suka berada dalam lingkup sosial yang sempit agar dapat lebih mengendalikan diri mereka. Berada di keramaian cenderung membuat penderita merasa tidak nyaman dan tidak bisa mengendalikan pikiran mereka. Menghindari kegiatan sosial merupakan salah satu cara untuk membuat penderita Anxiety menjadi merasa lebih nyaman.

  • Minimnya Rasa Kepercayaan Diri

(sumber foto : https://securitybrief.co.nz/story/most-organisations-unconfident-ability-protect-data-after-breach)Unconfident

Orang – orang yang mengalami Anxiety cenderung memiliki mimimnya rasa kepercayaan diri yang kerap membuat mereka merasa tidak pantas berada di lingkungan manapun. Penderita kerap merasa selalu ada yang kurang terhadap dirinya dan ketakutan untuk berada di lingkungan sehingga memunculkan dampak yang sulit bagi mereka untuk bersosialisasi dengan orang lain.

  • Insomnia

(sumber :https://www.istockphoto.com/photos/insomnia sort=mostpopular&mediatype=photography&phrase=insomnia)istockphoto

Insomnia merupakan gangguan tidur berupa kesulitan untuk tidur dan tetap terjaga selama tidur. Hampir semua orang pernah mengalami sulit tidur terutama ketika mereka sedang mengalami masalah yang menyita pikiran. Namun, jika seseorang menemukan dirinya sering atau konsisten tidak bisa tidur yang disebabkan karena terus mengkhawatirkan masalah yang kerap mereka pikirkan atau bahkan merasa khawatir tanpa ada sebab khusus dari kecemasan yang di rasakan, bisa diduga bahwa seseorang tersebut menderita gangguan kecemasan atau Anxiety. 

Itulah 5 ciri - ciri anda adalah seorang pengidap Anxiety Disorder. Lalu, apakah penyebab dari terjadinya Anxiety? Apa saja hal yang memicu terjadinya Anxiety?

Faktor Kepribadian

(sumber : http://discovermagazine.com/2018/jul-aug/personality)

Anxiety tidak mengenal usia dan dapat terjadi kepada siapa saja. Penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang memiliki ciri-ciri kepribadian tertentu lebih cenderung memiliki rasa kecemasan yang lebih besar. Seperti anak-anak yang perfeksionis, mudah bingung, penakut, terhambat, kurang percaya diri atau ingin mengendalikan segalanya. Rasa kecemasan tersebut berkembang selama masa kanak-kanak, remaja dan saat dewasa

Kejadian Traumatis Di Masa Lalu

(sumber : https://blogs.thegreensheet.com/home-helper/takes-overcome-traumatic-event-life/)

Anxiety dapat didasarkan oleh kejadian traumatis yang terjadi di masa lalu. Sang penderita memiliki kejadian traumatis yang sangat berbekas pada dirinya lalu membuat sang penderita trauma dan menjadi khawatir akan kejadian traumatis tersebut. Bermula dari rasa khawatir yang normal, berujung pada rasa khawatir dan kecemasan yang berlebihan. Menuntun penderita ke penyakit Anxiety. Contoh kasus yang dialami oleh seseorang bernama Ghazi. Sewaktu berada di Sekolah Dasar (SD) ia kerap dipanggil dengan julukan “besar” dikarenakan tubuhnya yang berisi. Hal tersebut membuat Ghazi merasa khawatir dan cemas akan keberadaan dirinya. Pada saat itulah Ghazi menyadari bahwa dirinya menderita penyakit Anxiety. Hingga akhirnya ia mulai merasa takut berada di keramaian, merasa tidak nyaman bila berada di lingkungan yang padat, dan juga merasa ketakutan. Sampai pada saat SMA, Ghazi memutuskan untuk mengikuti Homeschooling (sebuah aktivitas belajar dan bersekolah di rumah secara penuh) dibandingkan bersekolah di SMA biasa. Dikarenakan ketakutan dan kecemasannya untuk bersosialisasi dengan orang lain.

Stress Jangka Panjang

(source : http://www.peritajedrsuperby.es/vive-sin-ansiedad-metodo-para-superar-la-ansiedad/)

Kondisi kecemasan dapat berkembang karena satu atau lebih peristiwa kehidupan yang membuat stress. Pemicu umum tersebut dapat disebabkan oleh :

  1. stres kerja atau perubahan pekerjaan
  2. berubah dalam pengaturan hidup
  3. kehamilan dan melahirkan
  4. masalah keluarga dan hubungan
  5. goncangan emosional besar setelah peristiwa stres atau traumatis
  6. kekerasan verbal, seksual, fisik atau emosional atau trauma
  7. kematian atau kehilangan orang yang dicintai

Kondisi Kesehatan Mental Lainnya

Sementara beberapa orang hanya mengalami kondisi kecemasan, orang lain mungkin mengalami beberapa kondisi kecemasan atau kondisi kesehatan mental lainnya. Kondisi depresi dan kecemasan sering terjadi bersamaan. Sangat penting untuk memeriksa dan mendapatkan bantuan untuk semua kondisi ini pada saat yang bersamaan.

Dari informasi diatas, dapat disimpulkan bahwa Anxiety merupakan gangguan kecemasan yang berbahaya dan dapat menimbulkan dampak yang berbahaya jika di sepelekan. Namun, tidak menutup kemungkinan bagi para penderitanya untuk keluar dari rasa cemas yang mereka rasakan. Cara mengatasi gangguan kecemasan sebenarnya bisa dilakukan dari diri sendiri yakni dengan memahami apa sebenarnya yang ditakutkan dan berusaha berpikir dengan logis serta beberapa cara lain seperti terapi dan juga dukungan dari lingkungan sekitar. Hal paling penting adalah lebih fokus dengan keadaan sekitar dan jangan fokuskan pikiran kita kepada pikiran tentang tanggapan orang lain. 

Dengan dukungan, informasi dan bantuan yang tepat, penderita Anxiety dapat mengatasi dan menghilangkan rasa kecemasan yang berlebihan.

 

Artikel ini ditulis oleh Ramadhaniasya Tridi Testarossa,

Mahasiswi London School of Public Relations, Semester 3.

Apa Reaksi Kamu?

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});