Kenali Self Harm Lebih Lanjut, Yuk!
via adullamsocialenterprises.org

Kenali Self Harm Lebih Lanjut, Yuk!

Kamis, 2 Jan 2020 | 17:25 | Yohana Kezia Odelia

Winnetnews.com - Setiap orang pasti memiliki cara tersendiri untuk mengungkapkan perasaannya yang sakit dan tidak sedikit yang memilih untuk melakukan self harm sebagai alternatif. Namun, banyak juga yang beranggapan bahwa melakukan self harm adalah tindakan yang mengerikan.

Self harm sendiri dapat diartikan sebagai suatu tindakan atau perilaku menyakiti dan melukai diri sendiri yang dilakukan secara sengaja oleh pelakunya dengan cara bermacam-macam guna mendapatkan ketenangan, meluapkan amarah, dan lain sebagainya. Menurut pelaku self harm sendiri dapat menjadi penenang baginya atau sebagai pelarian dari rasa sakit yang tak terwujud tersebut.

Elsa (nama samaran), mengatakan bahwa dirinya melakukan self harm dikarenakan ia merasa putus asa dan tidak memiliki tempat untuk berbagi cerita maka ia memutuskan untuk menyakiti dirinya sendiri dan ia merasa tenang dikarenakan ia merasa tidak menyakiti siapa-siapa selain dirinya sendiri.

Tidak sedikit orang-orang di luar sana yang sama seperti Elsa. Orang-orang seperti Elsa tidak mempunyai tempat untuk berbagi cerita, merasa sendiri, merasa putus asa, dan lain sebagainya. Namun, tidak hanya itu saja, banyak di antara mereka yang melakukan self harm dikarenakan putus cinta, perkelahian dengan sahabat, kecewa, putus asa atau bahkan hanya meniru.

“Diputusin pacar, jambak-jambak rambut sendiri, jedotin kepala ke tembok sambil bilang ke diri sendiri bodoh,” kata Shifa (nama samaran), 20 tahun.

Jika kita bertemu, melihat atau tahu ada orang yang melakukan self harm ada baiknya tidak menghakimi orang tersebut. Sediakanlah sedikit waktu untuk sekedar mendengarkan jika ia ingin bercerita, beri dukungan yang sewajarnya.

Menurut alodokter.com ada beberapa ciri yang mungkin menandakan seseorang memiliki kecenderungan menyakiti diri sendiri:

  1. Memiliki sejumlah luka di tubuhnya, seperti luka sayat di pergelangan tangan, luka bakar di lengan, paha, dan badan, atau memar di buku jari-jari tangan. Umumnya mereka akan menyembunyikan luka tersebut dan akan menghindar bila ditanya apa penyebabnya.
  2. Memperlihatkan gejala depresi, seperti suasana hati yang buruk, sering merasa sedih, menangis, dan tidak memiliki motivasi dalam hidup.
  3. Sulit bersosialisasi, baik di lingkungan rumah, sekolah, maupun tempat kerja. Mereka lebih suka menyendiri dan enggan berbicara dengan orang lain.
  4. Cenderung tidak percaya diri atau menyalahkan diri sendiri atas masalah apa pun yang terjadi.
  5. Sering mengenakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh, untuk menyembunyikan luka.

Selalu ada jalan keluar di setiap masalah, bukan? Mungkin, awalnya memang sangat lah sulit, tapi marilah kuatkan dirimu sendiri karena sebenarnya yang bertarung dengan self harm adalah diri kita sendiri. 

Teman, sahabat, orang tua hanyalah pemeran pendukung untuk menguatkan dirimu. Selain itu, kamu juga bisa menghubungi lembaga-lembaga pendamping. Kamu juga sebaiknya tenangkan hati, tenangkan pikiran, lakukan hal-hal yang kamu sukai, yang membuat kamu senang. Kamu juga bisa mengunjungi psikolog sebagai opsi lain untuk membantumu. (*)

 

---------------
Yohana Kezia Odelia adalah mahasiswi London School of Public Relations Jakarta.
*) Opini penulis dalam artikel ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi Winnetnews.com.

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...