Kenapa Banyak Golput Di Pilkada Serentak?

Kenapa Banyak Golput Di Pilkada Serentak?

Kamis, 10 Des 2015 | 19:20 | Muhammad Takdir
WinNetNews.com - Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPRR) menilai Pilkada serentak 9 Desember 2015 ini sudah berjalan dengan aman. Namun, dari pantauan JPRR, partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya masih terbilang rendah.

Menurut Ketua JPPR, Masykuruddin Hafidz, target KPU secara nasional 77,5 persen sulit terwujud. "Dari pantauan kami, partisipasi tidak lebih dari 70 persen. Padahal sosialisasi sudah dijalankan oleh KPU,” kata Masykuruddin saat ditemui pada Rabu, 9 Desember 2015.

Seperti dilansir Tempo, Masyukur berpendapat, minimnya partisipasi ini bisa disebabkan oleh pasangan calon yang tidak memenuhi ekspektasi masyarakat. Masyarakat menginginkan perubahan dan perbaikan yang cepat. "Karena pasangan calon tak sesuai keinginan, banyak pemilih yang tidak datang ke TPS."

Masykur berujar, ada beberapa faktor lain yang bersifat teknis. Faktor-kaktor tersebut, antara lain distribusi surat pemberitahuan pemilih (C6) yang tidak merata. Di sejumlah tempat, ada banyak pemilih yang tidak kebagian formulir C6, misalnya di Mekarsari, Cimanggis, Depok ada 57 orang, di Cisalak, Cimanggis, Depok ada 60 orang, di Tugu, Cimanggis Depok ada 355 orang.

 

Menurut dia, fasilitas di bilik suara juga belum berpihak kepada penyandang disabilitas. Setidaknya, ada 15 TPS yang tersebar di daerah Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Di Yogyakarta dan Banten yang tidak memiliki alat bantu bagi tuna netra.

Masykur melanjutkan, minimnya partisipasi juga diakibatkan oleh beberapa TPS yang sulit diakses. Berdasarkan pantauan JPRR, lokasi TPS yang sulit dijangkau tersebut paling banyak berada di Sulawesi Selatan dengan jumlah 3 TPS dan Sulawesi Tengah dengan jumlah 3 TPS.

Dari semua faktor, kata Masykur, yang menjadi catatan penting adalah peserta yang tidak hadir ke TPS karena daerah tersebut hanya memiliki calon tunggal. “Bahkan ada calon yang bilang saat kampanye bahwa warga yang tidak setuju dirinya dipilih, tidak usah datang ke TPS.” Adapun daerah yang hanya memiliki calon tunggal adalah Tasikmalaya dan Blitar.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...