Ini Penyebab Beberapa Orang Lebih Rentan Digigit Nyamuk

Sofia Citradewi
Sofia Citradewi

Ini Penyebab Beberapa Orang Lebih Rentan Digigit Nyamuk Sumber foto: The Atlantic

Winnetnews.com - Saat berada di luar ruangan, atau pun di kamar yang banyak nyamuk, pernahkah kamu merasakan seolah-olah nyamuk hanya menggigitmu saja dan bukan orang di sebelahmu? atau teman sekamarmu tidak mendapat gigitan sebanyak yang kamu dapatkan? jika iya, kamu pasti bertanya-tanya mengapa hal ini bisa terjadi? Menurut ahli, hal ini sebenarnya berhubungan dengan lanskap kimia tak kasatmata yang ada di udara dan mikrobakteri dalam kulit kita.

Dalam mencari korban gigitan, nyamuk memanfaatkan lanskap kimia yang berisi jejak kimia halus dari tubuh manusia. Secara khusus, nyamuk mengandalkan karbon dioksida untuk menemukan inangnya. Saat manusia menghembuskan napas, karbon dioksida tidak langsung menyatu dengan air, tapi mengambang di udara dan meninggalkan "jejak" untuk diikuti nyamuk.

"Nyamuk dapat melacak targetnya dari jarak 50 meter berdasar karbon dioksida yang ditinggalkan," ujar Joop van Loon, ahli entomologi dari Universitas Wageningen di Belanda, dilansir Live Science, Sabtu (22/6/2019).

Mengutip laman Kompas, ketika berada di jarak sekitar satu meter, nyamuk mulai mendeteksi target potensial. Di sini nyamuk memperhitungkan banyak faktor menentukan siapa yang digigit mulai dari suhu kulit dan keberadaan uap air.

Para ahli berpendapat, variabel terpenting dalam memilih target gigitan adalah senyawa kimia yang diproduksi koloni mikroba di dalam kulit.

Apa Reaksi Kamu?