Kenapa Divestasi Freeport Terkatung-Katung?

Kenapa Divestasi Freeport Terkatung-Katung?

Rabu, 27 Jan 2016 | 15:50 | Muhammad Takdir
WinNetNews.com - Proses divestasi (pelepasan) 10,64 persen saham PT Freeport Indonesia terkatung-katung. Hal ini seiring belum terbentuknya Tim Penyelesaian Divestasi yang digagas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Sedianya Tim tersebut ditargetkan terbentuk pada akhir pekan kemarin.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot mengatakan pihaknya masih menunggu jawaban dari kementerian terkait mengenai siapa yang ditunjuk menjadi anggota tim tersebut. Oleh sebab itu, tim belum bisa bekerja. "Belum terbentuk. Kementerian terkait belum menyampaikan siapa saja (anggota yang ditunjuk)," kata Bambang di Jakarta, Rabu (27/1).

Bambang menuturkan tidak ada batasan waktu bagi pemerintah untuk menyatakan sikap terhadap penawaran divestasi Freeport. Pasalnya sikap pemerintah ditentukan setelah ada kesepakatan harga saham dengan Freeport. Hanya saja kesepakatan itu diawali dengan valuasi harga saham yang dilakukan oleh Tim Penyelesaian Divestasi. "Setelah ada kesepakatan harga maka kami punya waktu 60 hari untuk menentukan sikap," tegasnya.

Freeport menawarkan saham 10,64 persen senilai US$ 1,7 miliar pada 13 Januari lalu. Hingga dua pekan sejak penawaran itu belum ada langkah konkrit yang dilakukan pemerintah. Penawaran divestasi merupakan kewajiban bagi perusahaan tambang modal asing.

(seperti dilansir dari Berita Satu)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...