Kenapa Kepala Daerah Banyak Korupsi?

Kenapa Kepala Daerah Banyak Korupsi?

Rabu, 30 Des 2015 | 18:40 | Muhammad Takdir
WinNetNews.com - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Busyro Muqoddas, mengatakan bahwa tingginya dana kampanye pada saat pemilihan kepala daerah, menjadi salah satu penyebab utama perilaku korup pejabat. Di sisi lain, gaji mereka selama menjabat lima tahun sebenarnya tak bisa menutup dana kampanye tersebut.

Berdasarkan kajian yang ada, kata Busyro, rata-rata biaya kampanye yang dikeluarkan oleh calon kepala daerah di tingkat kabupaten atau kota mencapai Rp 20-25 miliar. Padahal gaji mereka hanya Rp 100 juta per bulan.

Dengan asumsi itu, selama lima tahun menjabat, para kepala daerah hanya akan mengantongi sekitar Rp 6 miliar. "Akhirnya ada penyelewengan, anggaran daerah," kata Busyro dalam konferensi pers di kantor Pimpinan Pusat, Muhammadiyah, Jakarta, Rabu 30 Desember 2015.

Selain APBD, kepala daerah juga seringkali menyalahgunakan wewenang izin tata ruang, hingga hutan lindung agar dana kampanye mereka balik modal. Salah satu contohnya adalah kasus korupsi yang terjadi di Karawang dan Kabupaten Bogor.

Busyro mengatakan bahwa siklus seperti ini sudah menjadi budaya di Indonesia. Akibatnya, kebijakan yang seharusnya dibuat untuk menguntungkan publik, justru menjadi alat untuk mengeruk keuntungan. Untuk itu agar kasus serupa tak terulang, dana kampanye dan biaya politik lain sudah seharusnya dipublikasikan. "Dari banyaknya korupsi ini kemudian menimbulkan ketimpangan sosial, ujungnya akan ada konflik horizontal, hingga radikalisme.

(seperti dilansir Tempo)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...