Kenapa Sarah Paling Mendukung Donald Trump?

Kenapa Sarah Paling Mendukung Donald Trump?

Sabtu, 23 Jan 2016 | 20:40 | Muhammad Takdir
WinNetNews.com - Di mata para pemilih AS, Trump dan Palin memiliki banyak kesamaan. Meskipun Palin tak terpilih dalam pemilu 2008, gaya kampanye Palin serupa dengan Trump, yaitu dengan melontarkan komentar kontroversial untuk menarik perhatian masyarakat dan menjadi topik utama di berbagai media.

Trump bersaing ketat dengan Senator Texas, Ted Cruz di Iowa, wilayah yang terkenal sebagai basis dukungan untuk partai konservatif dan Kristen evangelis.

Ketika McCain menggandengnya sebagai calon presiden untuk Partai Republik pada 2008, Palin tengah menjabat sebagai gubernur Alaska.

Dalam kampanyenya lalu, Palin kerap kali mengetengahkan pembelaan untuk nilai-nilai konservatif AS. Mantan pemenang kontes kecantikan yang memiliki senjata dan hobi berburu ini sempat menyatakan bahwa menurutnya para pejabat AS harus lebih berfokus kepada upaya meningkatkan pengeboran minyak ketimbang khawatir soal perubahan iklim.

Sementara Trump merupakan taipan real-estate dari New York City yang kerap berkampanye dengan menghina politisi lain di kedua partai. Salah satu komentar kontroversial yang dilontarkannya adalah dengan menyerukan pelarangan seluruh Muslim memasuki AS, dan menilai imigran Meksiko hanya menjadi pelaku kriminal di AS.

 

Dalam berbagai jajak pendapat, Trump memimpin sebagai calon kandidat favorit dari partai Republik, sementara Hillary Clinton memimpin dalam jajak pendapat Partai Demokrat.

McCain dan Palin kalah dalam pemilu 2008, yang dimenangi Barack Obama dan Joe Biden. Meskipun mengawali karir dari politisi, Palin kini tak ubahnya bagai selebiriti AS. Warga AS bahkan kerap berkostum ala Palin dalam perayaan Halloween.

Pada 2009, Palin mengundurkan diri sebagai gubernur Alaska, dan berprofesi sebagai pengamat politik konservatif dan produser serta bintang reality show tentang keluarga besarnya yang sangat menikmati keindahan alam Alaska.

Pakar politik dari Partai Republik, Joe Bretell menilai dukungan Palin tidak akan banyak membantu Trump dalam kampanyenya, "di luar pemberitaan media."

(seperti dilansir dari CNN Indonesia)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...