Kenapa Tali Pocong Harus Dibuka?

Rani
Rani

Kenapa Tali Pocong Harus Dibuka?

Jakarta, WinGamers - Mitos yang sangat kuat berkembang dimasyarakat Indonesia yakni tentang jenazah yang akan menjadi hantu gentayangan apabila tali pocongnya tidak dilepas. Saking populernya mitos tersebut, banyak film horor Indonesia yang terinspirasi dengan kisah tali pocong itu.

Namun, benarkah jenazah yang tidak dilepas tali pocongnya akan menjandi sosok hantu gentayangan? Secara syariah, melepas tali pocong pada jenazah yang akan dikuburkan dianjurkan oleh sebagian besar ulama dalam prosesi pemakaman Islam.

Dianjurkan untuk membuka ikatan kain kafan yang ada di kepala atau di kedua kaki mayat. Akan tetapi dilarang untuk membuka wajah si mayat, kecuali jika mayat tersebut meninggal dalam keadaan ihram atau berhaji.

Sementara itu, terkait dengan anggapan orang-orang tentang mitos tali pocong yang tidak dilepaskan pada mayat, maka si mayat itu akan bangun lagi menjadi pocong gentayangan adalah anggapan yang tidak memiliki dasar kebenaran.

Pada hakikatnya,seorang yang sudah meninggal kembali ke sisi Tuhan tanpa membawa apa-apa. Orang yang sudah meninggal harus perlu dilepas semua hal yang melekat pada tubuhnya, seperti pakaian luar-dalam, sepatu, dasi, dan benda-benda duniawi lainnya. Tidak hanya pakaian, perlu juga melepas apa saja yang menggantung, tersemat, atau melingkar seperti kalung, cincin, gelang, atau anting, termasuk juga tali ikat kain kafan. Begitulah menurut pandangan Islam.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});