Kenapa Tidak Boleh Bungkus Daging Kurban Pakai Kantong Hitam? ini Alasannya!

Kenapa Tidak Boleh Bungkus Daging Kurban Pakai Kantong Hitam? ini Alasannya!

winnetnews.com - Siapa yang tidak tahu kresek hitam? Tas plastik yang sangat fenomenal ini memang sudah menjadi primadona terutama bagi orang Indonesia untuk membungkus seuatu yang multfungsi. Apapun bisa diletakan di dalam kantong plastik hitam ini seperti tas, sepatu, sayuran segar, buah, gorengan dan lainnya. Bahkan di musim pemotongan hewan kurban pada perayaan Idul Adha ini, tidak jarang para panitia mengenakan kantong plastik hitam untuk membungkus daging kurbannya. Namun ternyata usut punya usut kantong plastik hitam ini berbahaya lho.

Kantong plastik hitam merupakan produk daur ulang dimana bahan aslinya adalah kantong plastik yang sudah tak terpakai dan dipungut serta dikumpulkan oleh para pemulung. Dalam proses pembuatannya, kantong plastik daur ulang ini dipanaskan pada suhu tertentu hingga meleleh dan ditambahi zat kimia lainnya.

Mungkin kamu sendiri pernah bertanya-tanya mengapa abu dari tas kantong plastik hitam ini memiliki bau yang tajam, hal ini tidaklah mengherankan karena faktanya kantong plastik yang dibuat sebagai bahan baku pastinya memiliki riwayat penggunaan yang tidak diketahui oleh para penggunannya misalnya saja sebagai tempat sampah berbagai limbah, baik limbah rumah tangga, limbah rumah sakit, limbah kimia dan pestisida, pembalut, pampers dan pembungkus lainnya.

Ternyata bukan hanya untuk membuat kantong plastik yang baru saja, namun bahan baku yang tidak diketahui kehigenisannya ini juga dibuat untuk beberapa produk plastik lainnya seperti sendok, mangkok, piring dan gelas. Padahal adanya zat kimia yang bahaya sangat tidak baik jika dibuat sebagai wadah makanan. Kantong plastik hitam dan alat turunan lainnya juga tidak diperkenankan untuk wadah makanan apalagi makanan yang hangat atau makanan yang siap santap.

Bahan pembuatan kantong plastik hitam ini diantaranya adalah polivinil klorida (PVC) yang telah ditambahkan penstabil timbah dan timah putih, residu, cadmium serta bahan kimia lainnya yang tidak lumrah jika masuk ke dalam tubuh. pihak pemerintah yaitu BPOM sendiri sudah sejak tahun 2009 menghimbau masyarakat untuk tidak menggunakan kantong plastik hitam sebagai media pembungkus makanan.

Jika kantong plastic hitam digunakan untuk membungkus makanan terutama yang masih hangat, makanan yang mengandung vitamin C, cuka, berminyak dan berlemak akan membuat zat kimia di dalam plastic tersebut terurai dan masuk ke dalam makanan yang ada di dalamnya.