(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Kenapa TransJakarta Belum Bekerjasama Dengan Metromini?

Muhammad Takdir
Muhammad Takdir

Kenapa TransJakarta Belum Bekerjasama Dengan Metromini?
WinNetNews.com - Dirut PT Transportasi Jakarta ANS Kosasih mengaku pihaknya siap memfasilitasi PT Metromini untuk bergabung dengannya. Namun mereka harus memenuhi syarat dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

"Dia mesti memenuhi syarat LKPP. Kalau Metromini mau terintegrasi secara teknis kami siap, tapi pelaksanaannya kami akan konsultasikan ke gubernur dan Dishubtrans," ujar Kosasih saat berbincang dengan detikcom, Senin (21/12/2015) malam.

Kosasih menyatakan, untuk upaya pengintegrasian dengan skema rupiah per kilometer (Rp/Km) pihaknya meminta bantuan kepada LKPP agar dalam pengadaannya bisa transparan dan akuntabel. Namun, apabila produknya belum terdaftar dalam e-Katalog LKPP maka pihaknya tidak bisa langsung melakukan pengadaan.

"Apabila Metromini dan penyedia jasa angkutan umum lain berminat untuk berkontrak dengan skema Rp/Km, secara korporasi TransJakarta akan memfasilitasi agar para operator tersebut (termasuk Metromini) bisa menawarkan jasa Rp/Km mereka kepada LKPP," terangnya.

Sebelum ini, Dirut PT Metromini Nofrialdi menyatakan pihaknya siap terintegrasi dengan TransJ. Terkait hal ini dia mengaku sudah berkomunikasi dengan Kadishub DKI Andri Yansyah. Dia berharap Dishub bisa memberikan bimbingan dan pengarahan kepada para pemilik Metromini yang memang perorangan ini, bagaimana dan apa yang harus mereka lakukan agar bisa bergabung dengan TransJ.

 

PT TransJakarta mengeluarkan penjelasan terkait belum ada kerja sama antara perusahaan tersebut dengan Metromini dalam hal penyediaan bus maupun integrasi jalur hingga saat ini.

Menurut Direktur Utama PT. Transjakarta Antonius Kosasih, integrasi manajemen belum dapat dilakukan karena Metromini hingga akhir tahun ini belum terdaftar dalam ekatalog milik Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Padahal, untuk menjalin kerjasama dengan operator bus lain seperti metromini, TransJakarta harus meminta bantuan LKPP dalam melakukan pengadaan barang serta jasa.

Sebenarnya LKPP sudah pernah mengundang seluruh operator bus ukuran sedang untuk memasukkan penawaran integrasi berbasis Rp/km, termasuk Metromini. Tetapi pada waktu itu yang menyatakan diri tertarik baru Kopaja, yang sekarang sedang dalam proses integrasi dengan Transjakarta," ujar Kosasih dalam keterangan tertulis kepada para wartawan, Senin (21/12).

Sebagai perbandingan, Kopaja, operator bus umum lain di Jakarta, pekan ini diketahui akan meluncurkan integrasi sistemnya dengan TransJakarta. Rencananya, perusahaan tersebut akan meresmikan bus TransKopaja, yang menjadi bentuk integrasi dengan TransJakarta. 

 

Dalam keterangan yang sama Kosasih menjelaskan bahwa perusahaannya siap membantu Metromini untuk terdaftar dalam ekatalog LKPP kedepannya.

"Transjakarta akan memfasilitasi agar para operator tersebut lain bisa menawarkan jasa Rp/km mereka kepada LKPP. Tentunya dengan mematuhi seluruh peraturan dan ketentuan yang ditetapkan LKPP," katanya.

Hari ini bus metromini diketahui sedang menggelar aksi mogok di ibu kota. Mereka menggelar aksi mogok setelah Dinas Perhubungan DKI Jakarta gencar melakukan razia kepada bus-bus metromini yang sudah tak layak jalan beberapa minggu terakhir.

Mengantisipasi dampak dari aksi mogok metromini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk memakai bus sekolah untuk mengangkut para warga yang kesulitan melakukan mobilitas. Sejak siang tadi diketahui beberapa bus sekolah berwarna kuning sudah beroperasi dari terminal-terminal bus di Jakarta.

(seperti dilansir detik)

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});