Kengerian Iriana Lihat 305 Ton Sampah Menumpuk di Sungai Cipakancilan
Tumpukan sampah di SUngai Cipakancilan, Bogor tengah dibersihkan di hadapan rombongan Iriana Jokowi., Kamis (19/9/2019). [Foto: AyoBandung.com)

Kengerian Iriana Lihat 305 Ton Sampah Menumpuk di Sungai Cipakancilan

Kamis, 19 Sep 2019 | 14:44 | Khalied Malvino

Winnetnews.com -  Sebanyak 305 ton sampah membuat Sungai Cipakancilan di Bogor terlihat kumuh hingga sungai tersebut sempat menjadi sorotan publik. Merespon hal tersebut, Iriana Joko Widodo (Jokowi) pun menyambangi Bogor guna meninjau progres pembersihan yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat, Kamis (19/9/2019).

Melansir Detik.com, rombongan Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE) tiba di lokasi untuk mengecek Sungai Cipakancilan. Tampak sampah yang menumpuk di air Sungai Cipakancilan beragam jenisnya. Mulai dari sampah rumah tangga, styrofoam, botol plastik, dan lainnya.

Iriana yang hadir bersama rombongan OASE mengupayakan tumpukan sampah tersebut agar bisa didaur ulang. Selain itu, jika sungai sudah bersih, di sekitarnya bisa dibuat taman bahkan warung makan.

image0
Foto: Detik.com

Di lokasi, tepatnya di depan Puri Kintamani, alat berat dan kendaraan untuk mengangkut sampah dari sungai pun sudah disediakan. Terlihat, ada satu ekskavator kecil, satu ekskavator besar, tiga truk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, dan beberapa perahu karet. Beberapa petugas pun terlihat sudah siap turun ke sungai untuk mengambil sampah.

Di lokasi yang sama, Komandan Korem 061/Suryakancana, Kolonel Inf Novi Helmi Prasetya, mengatakan pembersihan Sungai Cipakancilan telah dilakukan. Helmi mengatakan pihaknya rutin melakukan pembersihan.

"Sebelumnya, Sungai Cipakancilan ini sudah ada bertahun-tahun dan hanya dibersihkan sepintas saja. Tapi sekarang, pembersihan dilakukan menyeluruh. Mudah-mudahan insyaallah, terselesaikan dengan cepat," kata Helmi.

image1
Foto: Merdeka.com

Ia menjelaskan, Sungai Cipakancilan memiliki panjang 8 kilometer (km), yakni 2 km di Kota Bogor dan 6 km di Kabupaten Bogor. Helmi mengakui, volume sampah di Sungai Cipakancilan sangat besar.

"Sampah di sungai sepanjang 8 km ini sangat luar biasa sekali. Kami akan menindaklanjuti agar bermanfaat, airnya harus bersih bu. Kita libatkan semua unsur masyarakat untuk membersihkan Sungai Cipakancilan," tutur Helmi.

Koordinator Dump Truk Pusat DLH Kabupaten Bogor Hasanudin mengatakan, Sungai Cipakancilan mulai dibersihkan sejak 12 September 2019. Proses pembersihan sudah berjalan selama delapan hari.

"Jumlah itu adalah total pengangkutan sampah dari 12 September kemarin sampai hari ini, Kamis, 19 September 2019. Ada sekitar 305 ton sampah yang diangkut," kata Hasanudin.

image2
Foto: Merdeka.com

Ia menambahkan, dari 12 September 2019 sampai 18 September 2019, DLH Kabupaten Bogor menurunkan 10 truk sampah tiap harinya. Pada hari ini, DLH Kabupaten Bogor menurunkan 17 truk pengangkutan sampah dengan kapasitas angkut 3,5-4 ton sampah.

"Jadi 1 truk itu 1 rit atau satu kali perjalanan. Sampah langsung dibawa ke TPA Galuga. Untuk total sampah yang telah diangkut dari Sungai Cipakancilan, tinggal dikali saja. Hari ini, ada sekitar 59,5-60 ton sampah. Pada 12-18 September lalu, ada sekitar 35 ton sampah yang diangkut per harinya. Jadi total sampai sekarang, ada sekitar 305 ton sampah," jelas Hasanudin.

Hasanudin mengungkapkan pada Jumat (20/9) akan dilakukan kembali pengangkutan sampah di Sungai Cipakancilan. Sebanyak sepuluh truk akan diterjunkan.

"Besok itu untuk menyelesaikan sisa-sisa pekerjaan hari ini," katanya.

Terpantau di sekitaran Puri Kintamani, Cilebut, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Sungai Cipakancilan sudah mulai bersih kembali. Air di sungai ini, sudah bisa mengalir dengan lancar serta sudah tidak terlihat penumpukan sampah.

Sementara itu, di Jalan Raya Cilebut yang berjarak sekitar 50 meter dari Puri Kintamani, sampah di titik tersebut sudah dibersihkan. Di sisi jalan, terlihat sudah dipasangi jaring hitam. Di tempat tersebut, juga terlihat ada spanduk yang bertuliskan 'Kepada Seluruh Pengguna Jalan dan Warga Agar Tidak Membuang Sampah di Aliran Sungai. Terima Kasih Atas Perhatian dan Pengertiannya'.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...