Skip to main content

Kepala Sipir Masuk Bursa Hakim Agung

Kepala Sipir Masuk Bursa Hakim Agung
Kepala Sipir Masuk Bursa Hakim Agung

WinNetNews.com - Hakim karier, akademisi, pengacara atau notaris masuk bursa hakim agung, itu sudah lumrah. Tapi dalam bursa hakim agung 2016 ini ada yang berbeda. Satu di antara 86 calon adalah kepala penjaga penjara (sipir) dari Bantul, Provinsi Yogyakarta.

Berdasarkan nama-nama yang lolos seleksi administrasi seleksi hakim agung sebagaimana dikutip dari situs Komisi Yudisial (KY), Selasa (29/3/2016), kepala sipir yang dimaksud adalah Kepala Rutan IIA Bantul, Dr Syahrial Yuska, BcIp SH MH. Ia menduduki Karutan Bantul sejak awal Januari 2014 dan sebelumnya adalah Kalapas Cilegon. Sebelum bertugas di Cilegon, Syahrial menjabat sebagai Kalapas Kediri.

Saat bertugas di Kediri, Syahrial menyelesaikan gelar doktornya di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, pada akhir 2012. Gelar tertinggi dalam bidang akademik itu diraihnya setelah berhasil mempertahankan disertasinya dengan judul "Penyanderaan (Gijzeling) Dalam Rangka Penegakan Hukum Pajak Yang Berspektif Hak Asasi Manusia". Gelar doktor itu menjadi modal utama untuk mendaftar hakim agung karena syarat hakim agung dari jalur non-karier adalah minimal bergelar doktor.

Nama Syarial menjadi sejarah pertama di Indonesia seorang kepala penjara masuk bursa hakim agung. Syahrial masuk bursa untuk kategori hakim agung kamar pidana. Dalam bursa hakim agung 2016 ini dipenuhi nama-nama dari unsur hakim karier, advokat, akademisi, jaksa, polisi hingga notaris.

Syarial saat ini sedang ikut seleksi tertulis di Mega Mendung, Bogor, bersama calon hakim agung lainnya. Ikut diseleksi juga 42 calon hakim ad hoc tipikor tingkat kasasi. Seleksi kualitas terdiri dari penyelesaian studi kasus Kode Etik dan/atau Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH), pembuatan karya tulis, penyelesaian kasus hukum, dan tes objektif. Untuk pelaksanaan seleksi kualitas ini, peserta diwajibkan menggunakan laptop yang telah disediakan panitia.

"KY mengimbau masyarakat dengan identitas yang jelas untuk memberikan informasi atau pendapat secara tertulis tentang integritas, kapasitas, perilaku, dan karakter CHA dan calon hakim ad hoc Tipikor di MA yang saat ini sedang mengikuti seleksi kualitas," kata juru bicara KY, Farid Wajdi.

disadur dari situs detik news

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top