Kepedulian Jokowi Terhadap Suku Anak Dalam di Jambi

Kepedulian Jokowi Terhadap Suku Anak Dalam di Jambi

WinNetNews.com - Presiden Jokowi datang ke Sumatera Selatan usai mempercepat kunjungan kerjanya di AS Kamis (29/10/15), dalam rangka kepedulian presiden terhadap bencana kabut asap dan kebakaran hutan yang terjadi di Indonesia. Presiden tak betah berlama-lama di AS melihat rakyatnya yang sedang menderita karena asap.

Kali ini sehari setelahnya, yakni di hari Jumat (30/10/15), Presiden menyempatkan diri untuk datang mengunjugi Suku Anak Dalam di Desa Bukti Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun. Dengan menumpangi Heli Super Puma, Presiden bersama rombongan menempuh waktu sekitar 45 menit dari bandara Sultan Thaha, Jambi menuju ke lokasi dimana Suku Anak Dalam saat itu bermukim.

Dalam kunjungan tersebut, presiden memantau rumah-rumah yang sebelumnya sudah dibangun oleh pemerintah untuk ditempati oleh Suku Anak Dalam yang juga dikenal dengan sebutan Orang Rimba. Namun semua rumah yang jumlahnya sekitar 15 rumah, fasilitanya masih sangat terbatas.

"Masih banyak yang kurang, belum ada sumurnya. Tapi sebentar lagi sudah akan kita buat sumurnya. Terus listrik. Dulu listrik sudah ada tapi tidak bisa bayar jadi diputus PLN," kata Presiden Jokowi menerangkan.

Kepada mayarakat Suku Anak Dalam Presiden Jokowi pun berencana untuk membangun perumahan bagi mereka.

"Pemerintah harus memberikan perhatian karena apapun lingkungan mereka yang lama sudah sekarang berubah menjadi sawit. Ini yang perlu dikelola lagi sehingga mereka mempunyai rumah tetap, tidak nomaden berpindah-pindah," ungkap Presiden Jokowi, Jumat (30/10/2015).

 

Selain itu, Presiden Jokowi juga mengungkapkan bahwa anak-anak rimba harus mendapatkan pendidikan.

"Lalu pendapatan mereka dari mana juga harus dipikirkan, pendidikan juga harus ada yang ngajarin anak-anak rimba. Saya kira bagus sekali," kata Presiden.

Dengan adanya pembangunan rumah untuk masyarakat Suku Anak Dalam ini, Presiden brharap agar nantinya mereka tak lagi berpindah-pindah tempat tinggal lagi atau hidup nomaden.

Masyarakat Suku Anak Dalam menyambut hangat kedatangan Presiden Jokowi yang saat itu didampingi oleh Seskab Pramono Anung, Menko PMK Puan Maharani, Menkes Nila Moeloek, Menteri LHK Siti Nurbaya dan Mensos Khofifah Indar Parawansa, serta Gubernur Jambi dan Bupati Sorolangun. Menurut Bupati Sarolangun, Cek Endra, Presiden Jokowi merupakan Presiden RI pertama yang mau mengunjungi suku Anak Dalam.

Menyikapi tawaran Presiden yang ingin membangun tempat tinggal bagi masyarakat Suku Anak Dalam, mereka mengajukan beberapa syarat.

"Kami mau dibangunkan rumah, tapi rumahnya harus dibangun di dalam kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas," ujar Sepinta kepada yang dihimpun dari situs detik.

Sepinta adalah salah satu Suku Anak dalam berusia 25 tahun, yang sempat mengenyam pendidikan dari aktivis Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi, sehingga relatif terbuka dengan dunia luar.

Suku Anak Dalam, adalah masyarakat yang tinggal di dalam kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas (TNBD). Suku ini merupakan suku yang cukup terasing. Hidupnya masih berpindah-pindah. Mereka menempati tenda-tenda di kebun kelapa sawit untuk singgah. Mereka bertahan hidup dengan berburu dan memanfaatkan hasil hutan. Mereka adalah Suku yang benar-benar mencintai dan menjaga kelestarian hutan. Tetapi karena kecintaan mereka ini, membuat mereka menjadi terasing. Kurang pendidikan.

Beberapa tahun sebelumnya, pemerintah daerah pernah membangunkan rumah di luar hutan TNBD. Namun, Orang Rimba tidak lama menempatinya. Mereka meninggalkan rumah itu dan kembali masuk hutan. Bagi mereka meninggalkan hutan adalah pantangan, sebab itu sama saja meninggalkan agama nenek moyang mereka.