Kerap Terima Penolakan dari Masyarakat Indonesia, 'Kucumbu Tubuh Indahku' Melangkah ke Oscar 2020

Nurul Faradila
Nurul Faradila

Kerap Terima Penolakan dari Masyarakat Indonesia, 'Kucumbu Tubuh Indahku' Melangkah ke Oscar 2020 Sumber: Bisnis.com

Winnetnews.com - Film ‘Kucubu Tubuh Indahku’ terpilih menjadi perwakilan Indonesia ke ajang Academy Awards atau Oscar 2020 untuk katergori International Feature Film atau yang dikenal dengan Best Foreign Language Film.

Oscar 2020 rencananya akan digelar di Dolby Teather Hollywood Los Angeles, pada 9 Februari 2020. Nantinya dalam kategori itu, ‘Kucumbu Tubuh Indahku’ akan bersaing dengan ‘Parasite’ dari Korea Selatan dan ‘Weathering with You’ dari Jepang.

“Setelah dilakukan penilaian dengan seksama, berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, Indonesia Academy Awards 2019 menetapkan film berjudul ‘Kucumbu Tubuh Indahku’ sebagai film pilihan dan berhak mewakili Indonesia ke Academy Awards ke-92 untuk kategori International Feature Film,” kata Sheila Timothy, selaku Sekertaris Komite Film Indonesia, seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Film ‘Kucumbu Tubuh Indahku’ menceritakan tentang penari Lengger bernama Juno. Setelah ditinggal ayahnya, Juno pun bergabung dengan sanggar tari Lengger. Tanpa disangka, tarian itu membuatnya menapaki perjalanan hidup yang berliku. Hingga akhirnya, Juno bisa memahami dan menerima keindahan hidup sebagai penari Lengger.

Tari Lengger adalah salah satu jenis tarian tradisional asal Banyumas. Tarian ini mengharuskan penarinya menampilkan sisi maskulin dan feminim dalam satu tubuh. Biasanya tarian ini dilakukan oleh lelaki, yang dalam kesehariannya mengubah diri mereka menjadi perempuan. Mereka akan berlaku, berlenggok, dengan gemulai seperti wanita sungguhan.

Film ini termasuk dari 42 film yang diseleksi oleh komite bentukan Persatuan Produser Film Indonesia yang dikepalai oleh Firman Bintang. Film ‘Kucubu Tubuh Indahku’ dipilih lantaran memiliki paket lengkap.

“Kami sepakat memilih film ‘Kucubu Tubuh Indahku’ karena kami melihat bahwa dari film itu sebagai sebuah karya film lengkap. Film itu bukan hanya bahasa oral dan gambar saja, tapi ada bahasa batin dan rasa,” kata Christine Hakim, selaku Ketua Komite Film Indonesia.

Film ini sejak awal penayangan pada 18 April lalu, selalu menjadi kontroversi lantaran mengadung tema LGBT. Bahkan, sejumlah orang sempat membuat petisi untuk memboikot film ini.

Namun, ‘Kucubu Tubuh Indahku’ berhasil membuktikan kalau film ini adalah sebuah karya yang berkualitas, melalui kemenangan yang mereka dapatkan dari ajang internasional. Seperti di Italia, Prancis, Australia, dan Meksiko. Film ini juga sudah diputar di lebih dari 30 festival film di seluruh dunia.

Apa Reaksi Kamu?