Keren! Ahok Masuk Daftar Global reThinkers 2017

Keren! Ahok Masuk Daftar Global reThinkers 2017Foto:Istimewa

WinNetNews.com-  Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mantan Gubernur DKI Jakarta baru saja masuk kedalam daftar  Global reThinkers 2017. Orang yang berhasil masuk kedalam daftar 'Pemikir Ulang Global' 2017 tersebut adalah para pemimpin terkemuka dan intelektual dunia hasil pilihan majalah Foreign Policy dari Amerika Serikat.

"Tahun ini, Foreign Policy dengan bangga mempersembahkan Global reThinkers -- para legislator, teknokrat, komedian, advokat, pengusaha, pembuat film, presiden, provokator, tahanan politik, periset, ahli strategi, dan visioner yang secara bersama-sama menemukan cara yang luar biasa, tak hanya untuk memikirkan kembali dunia kita yang baru dan aneh ini, tapi juga membentuknya kembali. Mereka adalah orang-orang yang bertindak, yang mendefinisikan 2017," jelas situs Foreign Policy.

Tidak hanya Ahok, sejumlah nama-nama besar dunia juga ada. Seperti Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden Gambia Adama Barrow, juga Dubes AS untuk PBB, Nikki Haley.

Ada juga mantan tangan kanan Donald Trump, Steve Bannon; prajurit transgender yang membocorkan rahasia AS, Chelsea Manning; seniman Ai Wei Wei; juga Leila de Lima, senator Filipina yang menjadi pengkritik terdepan Presiden Rodrigo Duterte.

Dalam artikelnya, associate editor di Foreign Policy, Benjamin Soloway menyebut, saat terjun ke dunia politik di Jakarta pada 2012, Ahok tidak sesuai dengan profil politikus pada umumnya. "Ia bermulut tajam, keturunan Tionghoa, dan seorang Protestan di negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia," kata Soloway.

Soloway juga menambahkan, latar belakang Ahok tidak menjadi masalah, namun situasi berbalik pada 2017. Selain itu, Soloway juga menjelaskan karena pidatonya  Ahok dinyatakan bersalah dalam kasus penistaan agama, kalah dalam pilkada, dan akhirnya dipenjara.

Tidak sampai disitu saja, Soloway juga menyoroti apa yang dilakukan dalam tiga tahun Ahok memerintah di Jakarta. Ia melawan korupsi, memperluas akses warga pada layanan kesehatan dan sosial lainnya, mengeruk kanal, memperbaiki transportasi publik, dan melakukan kampanye untuk membersihkan birokrasi yang membuatnya mendapatkan tingkat penerimaan publik yang tinggi.

Soloway menambahkan, saat Ahok divonis pidana, para pendukungnya menggelar aksi protes, tidak hanya di seluruh Indonesia, tapi juga di sejumlah titik dunia. PBB dan organisasi HAM Human Rights Watch juga mengutuk pemidanaan tersebut. Seperti yang kita ketahui, saat ini Ahok masih menjalani penahanannya di Mako Brimo, Kelapa Dua Depok di Jawa Barat. 

image0

Sumber:gt.foreignpolicy.com

 

image1

Sumber:gt.foreignpolicy.com

 

image2Sumber:gt.foreignpolicy.com