Skip to main content

Keren! Office Boy Ini Berhasil Raih Gelar Sarjana di UI

Foto: Dok UI
Foto: Dok UI

WinNetNews.com - Rejeki, karir dan jodoh sudah ada yang mengatur, yaitu Tuhan YME. Kita yang merupakan mahluk ciptaan-Nya hanya bisa berusaha dan berdoa jika ingin mendapatkan apa yang diinginkannya. Dan pastinya diperlukan proses yang tidak instan, apabila proses tersebut dilalui dengan niat dan usaha yang baik, bukan tidak mungkin apa yang kita inginkan tersebut dapat kita capai.

Salah satunya adalah Gigih Prastowo, merupakan salah satu mahluk Tuhan yang telah menggapai keinginannya tersebut, disertai dengan niat dan usaha yang baik, Gigih pun berhasil menjadi wisudawan yang diimpikan banyak orang di Indonesia, Ia dengan gigih menempuh pendidikan tingginya hingga meraih gelar sarjana di Universitas Indonesia (UI).

Sebelum lulus jadi sarjana UI, Gigih lulus dari sebuah sekolah menengah kejuruan (SMK) di Yogyakarta. Menjadi lulusan SMK membuat anak dari pengrajin kerajinan tangan itu tak mudah untuk menembus UI.

Yang membuat Gigih benar-benar harus berusaha keras adalah materi pelajaran yang diterima saat SMK sangat berbeda dengan materi pelajaran yang diujikan saat ujian masuk perguruan tinggi negeri seperti Seleksi Masuk Universitas Indonesia (SIMAK) atau Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Gigih mencoba keduanya pada 2012, namun nihil. Tetapi, Gigih tetap tak patah semangat. Untuk melanjutkan hidupnya, Ia masuk ke dunia perhotelan sebagai cleaning service atau office boy (OB) di salah satu hotel bintang lima di Yogyakarta.

"Banyak sekelas manajer atau supervisor di hotel-hotel besar memulai perjalanan kariernya dari cleaning service ataupun front office," kata Gigih seperti dilansir dari laman UI, Selasa (29/8/2017).

Setelah bekerja sebagai OB, Gigih pun tidak melupakan pendidikannya. Di sela pekerjaannya, ia meluangkan waktu tiga jam per hari untuk mempelajari materi soal-soal ujian.

Sumber-sumber belajarnya pun bermacam-macam. Mulai dari membeli buku-buku soal ujian di Taman Pintar, hingga belajar dari buku-buku yang dilungsurkan teman-temannya yang telah sukses lebih dulu lulus di perguruan tinggi negeri.

Hasil tak mengkhianati usaha. Kerja keras Gigih selama itu terbayar ketika pada Juli 2013 namanya dinyatakan lolos ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) jurusan Ilmu Manajemen melalui jalur SIMAK.

Perjuangan tak berhenti di situ. Lolos di UI artinya Gigih mesti memperhatikan biaya kuliah dan beradaptasi dengan lingkungan sosial di UI. Untungnya, berkat adanya biaya operasional pendidikan berkeadilan (BOPB), Gigih hanya membayar uang kuliah sebesar Rp650.000 per semester.

Gigih juga mengalami kemudahan ketika mendapat beasiswa yang memberikannya biaya kuliah dan hidup ketika berkuliah di Depok. Bukan itu saja, Gigih mengaku tantangan yang dihadapinya selain masalah keuangan adalah soal adaptasi.

"Indeks Pretasi Kumulatif (IPK) saya terjelek adalah semester 1. Setelah itu terus menanjak naik. Itu karena di awal-awal perkuliahan saya masih beradaptasi," ungkapnya.

Faktor sulitnya beradaptasi tersebut tak lepas dari stereotipnya tentang orang kota. Gigih mengaku, dirinya dulu menganggap anak-anak kota itu bersikap angkuh, namun belakangan ia menyadari bahwa anggapannya selama ini tak benar.

Hal itu dirasakan semasa berkuliah ketika dirinya melihat teman-temannya yang bisa menerima Gigih apa adanya tanpa melihat latar belakang maupun harta keluarga.

Bagi Gigih, lulus di UI merupakan berkat ridha dari Tuhan selain kerja keras yang menuntunnya. "Bila kamu berani bermimpi, itu artinya kamu juga harus berani kerja keras demi mimpi kamu itu," pesan Gigih.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top