Kericuhan Dalam Pemilu Filipina Telah 10 Orang Tewas Ditembak

Kericuhan Dalam Pemilu Filipina Telah 10 Orang Tewas Ditembak

Winnetnews.com – Kekerasan terkait dengan pemilihan umum yang terjadi di Filipina terus menelan korban jiwa. Bahkan dalam serangan terburuk 7 orang tewas di tembak dan seorang lainnya cedera ketika konvoi kendaraan mereka di sergap. Total telah 10 orang yang tewas di tembak dalam kekerasan pemilu di Filipina.

Sementara itu, kepala Inspektur Jonathan del Rosario mengatakan motif serangan itu belum diketahui dan masih dalam tahap penyelidikan pihak kepolisian. Namun insiden yang terjadi di Provinsi Cavite tersebut telah diidentifikasi para pejabat pemilu sebagai sesuatu yang menjadi fokus perhatian karena persaingan politik yang panas.

Dilansir dari bbc, kekerasan yang terjadi di Guindulungan, selatan Filipina, seorang pemilih tewas ditembak dan seorang pria lagi tewas akibat ledakan granat di pasar di Cotabato.

Dalam kejadian di wilayah Abra, yang terkenal akan politikus yang membunuh satu sama lain, pendukung calon dua wali kota saling menyerang dan menyebabkan seorang tewas dan dua orang terluka. Di Kota Sultan Kudarat, 20 pria bersenjata menyerbu tempat pemungutan suara dan melarikan mesin penghitung suara.

Pihak berwenang sebelumnya mengatakan 15 orang tewas dalam insiden terkait dengan pemilu sejak awal tahun ini. Tapi ada banyak kasus kekerasan lain yang belum sepenuhnya terkait dengan pemilu.

Kekerasan politik merupakan masalah berulang di negeri ini, didorong lemahnya penegakan hukum dan politik dinasti yang mengakar, sehingga membuat beberapa politikus di antaranya memiliki tentara pribadi sendiri.