(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Kesan Warga Terhadap Tersangka Penyimpanan 100 kg Sabu di Jepara

Rusmanto
Rusmanto

Kesan Warga Terhadap Tersangka Penyimpanan 100 kg Sabu di Jepara
WinNetNews.com - Empat WN Pakistan dan 4 WNI ditetapkan menjadi tersangka terkait ratusan kilogram sabu yang disimpan di gudang CV Jeparaya Int di Dukuh Sorogenen, Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Jepara, Jawa Tengah. Para tersangka ternyata dikenal biasa saja dan tidak terlalu menutup diri.

Baca juga: BNN Temukan 100 Kg Sabu dan Tangkap 1 WNA di Jepara

Seorang warga bernama Bambang mengatakan warga negara Pakistan yang kadang datang ke gudang tersebut juga sesekali menyapa warga sekitar. Kadang-kadang ia juga bercengkrama walau sebentar. Diketahui empat warga Pakistan yang jadi tersangka adalah Faiq, Amran Malik, Riaz, dan Toriq, sedangkan yang tertangkap tangan BNN yaitu tersangka Riaz.

"Londone (orang asingnya) juga pernah nongkrong di sini, menyapa misalnya tanya 'sudah makan?' pakai bahasa Indonesia," kata Bambang di desa Dukuh Sorogenen, Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Jepara, Kamis (28/1/2016).

Sementara itu terkait empat tersangka WNI, yaitu salah satunya bernama Didi, dikenal biasa saja dengan warga, bahkan juga menjalankan Shalat di Masjid. Didi adalah penyewa gudang dan merupakan ketua RT di tempat tinggalnya di Perum Regency Desa Pekalongan RT 07 RW 02 Kecamatan Batealit, tidak jauh dari gudang.

"Orangnya biasa saja, sering salat ke Masjid," ujar warga yang enggan disebutkan namanya.

 

Sementara itu tiga tersangka WNI lainya yaitu Yulian, Tommy, dan Kristiadi merupakan karyawan perusahaan importir dari Semarang yang berhubungan dengan masuknya barang ke Indonesia lewat Pelabuhan Tanjung Emas yang datang dari China itu.

Tiga tersangka itu dikenal baik dan tidak ada hal mencurigakan dilakukan di lingkungannya. Bahkan tersangka Yulian juga dianggap baik dan selalu pulang cepat demi istrinya.

Gudang tersebut digeledah tim BNN dan Bea Cukai Wilayah Jateng-DIY hari Rabu (27/1) kemarin sekira pukul 13.00 WIB setelah berhasil mengungkap ada usaha penyelundupan sabu dengan modus menyimpan di mesin genset dari China. Saat itu tersangka Riaz tertangkap tangan sedang menimbang sabu yang dikeluarkan dari mesin genset.

Dari penelusuran dan penggerebekan kemarin ditemukan sekitar 100 kilogram sabu, namun jumlah tersebut belum total semuanya karena baru 94 genset yang dibuka, masih ada 100 genset lainnya yang belum diperiksa.

Kepala BNN, Komjen Budi Waseso mengatakan pemilik sabu yang merupakan jaringan internasional itu sudah pasti dituntut hukuman mati melihat jumlah barang bukti yang cukup banyak.

"Pasti ini ancaman hukuman mati, jumlahnya luar biasa," tegas Buwas.

disadur dari situs detik news

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});