Kesempatan Berkarir Terbaik Dalam Bidang Keamanan Siber

Sofia Citradewi
Sofia Citradewi

Kesempatan Berkarir Terbaik Dalam Bidang Keamanan Siber Security Magazine

Winnetnews.com - Masih kurangnya keahlian menjadi sebuah tantangan konstan dalam keamanan siber, dengan kesenjangan hampir tiga juta posisi dalam industri ketenagakerjaan secara global. Ini disusul dengan meningkatnya permintaan untuk perlindungan siber di semua organisasi, dalam industri apa pun. Digitalisasi, data sensitif, dan privasi adalah vektor teknologi terbaru yang menciptakan permintaan akan spesialis teknis tertentu, bersama dengan manajemen, CISO, dan pakar baru cross-functional .

Sebagai perusahaan yang beroperasi di bidang keamanan siber, kami memiliki visibilitas terbaik untuk mengatasi kesenjangan keterampilan tersebut. Seiring dengan pengalaman internal kami sendiri, Kaspersky melakukan survei CISO di banyak negara dan menemukan bahwa sepertiga dari mereka memiliki masalah dalam merekrut profesional keamanan siber yang terampil.

Di belakang teknologi akan selalu ada manusia, sehingga setiap teknologi atau alat keamanan siber yang digunakan dalam bisnis tidak mungkin diterapkan tanpa ada seorang professional didalamnya. Namun, saya tidak berpikir bahwa masalahnya terdapat pada kurangnya talenta atau anak-anak muda menjanjikan yang bercita-cita memiliki karir dalam keamanan siber.

Sebaliknya, justru banyak peran yang membutuhkan talenta baru berada di area yang tidak terlihat sehingga masih banyak yang tidak dipekerjakan. Untuk memanfaatkan momen ini, mereka yang ingin memiliki karir di bidang keamanan siber harus mengetahui spesialisasi mana yang harus dipilih dan keterampilan apa yang harus dikembangkan. Maka dari itu, kami hendak membagikan beberapa saran kepada orang-orang tersebut serta menyoroti profesi yang masih banyak  membutuhkan sumber daya, seperti apa yang kami temukan di Kaspersky dan lintas industri.

Hukum dan Keamanan Siber

Spesialisasi ini menjadi semakin menarik karena mencakup perlindungan data dan privasi, kepatuhan dan undang-undang perlindungan data hingga bidang interdisipliner keamanan siber dan hukum. Spesialis yang bekerja dalam bidang privasi dan perlindungan data harus memiliki keahlian yang sama baik dalam hukum dan teknologi keamanan siber untuk membantu perusahaan mengatur penyimpanan, pemrosesan, serta perlindungan data digital yang sesuai dengan undang-undang.

Masalah yang terjadi adalah bahwa sebagian besar spesialis yang bekerja di bidang ini lebih terampil dalam bidang hukum dibandingkan teknologi. Misalnya, petugas perlindungan data mengetahui teori dengan sangat baik, mereka dapat menjelaskan dengan baik kepada perusahaan tentang bagaimana pemrosesan dan perlindungan data harus dilakukan, tetapi tidak dapat menerapkan bagaimana melakukannya secara teknis. Ini berarti mereka berkomunikasi dengan spesialis dan staf TI menggunakan bahasa yang jelas berbeda.

Itulah sebabnya mengapa para profesional di bidang hukum komputerisasi memiliki upah yang cukup baik di pasar keamanan TI. Misalnya, rata-rata staf penyesuaian dan perlindungan data menghasilkan sekitar $80.000 menurut PayScale atau Glassdoor; sementara staf bidang privasi bisa mendapatkan rata-rata $113.233 per tahun. Permintaan mereka akan meningkat di bidang teknologi khusus seperti IoT, karena solusi dan layanan ini mulai memerlukan privasi dan regulasi data pribadi.

Apa Reaksi Kamu?