(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Kesempatan Kedua Untuk Meraih Kesuksesan

Oky
Oky

Kesempatan Kedua Untuk Meraih Kesuksesan Sumber Foto : Istimewa

Winnetnews.com - Dari sekian banyak manusia, mereka semua memiliki talenta yang dimiliki sejak lahir. Talenta yang di anugerahi oleh Tuhan yang maha kuasa kepada umatnya. Berbagai macam karya yang bisa mereka ciptakan dari konsep yang mereka rancang hingga menghasilkan mahakarya yang tak tertandingkan. Namun problematika yang dihadapi oleh masyarakat khususnya di Indonesia adalah mereka kurang memiliki keberanian untuk memulai atau menciptakan sesuatu yang baru, dikarenakan berbagai macam faktor, seperti kurangnya modal untuk memulainya, atau mereka bimbang untuk menentukan pilihan apa yang akan mereka ciptakan.

Kasus problematika ini yang mendorong saya membahas topik isu sosial ini, khususnya di Indonesia, masih banyak masyarakat Indonesia yang terjebak di zona nyamannya, mereka memiliki ide-ide dan konsep-konsep kreatif namun mereka hanya terus mengabdi kepada suatu organisasi atau perusahaan yang bukan miliknya sendiri, mengapa mereka tidak menuangkan ide-ide kreatif mereka ke dalam bisnis mereka sendiri? Ya, jawabannya adalah kurangnya mental dan keberanian yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia.

Saya selalu mengamati perkembangan masyarakat Indonesia saat ini, dan ternyata memang sesuai dengan opini saya, mereka masih mengambil zona aman mereka ketimbang melangkah lebih jauh dan tidak diam di tempat. Lalu sampai kapan mereka akan terus seperti itu? Menurut sudut pandang saya, lebih baik kita lebih berani mengambil resiko, menciptakan kerajaan bisnis kita sendiri walaupun sekecil apapun, namun kita lah pemimpinnya, kitalah “Leader” dari usaha kita sendiri.

Sebuah pencapaian yang sangat luar biasa ketika karya kita berguna bagi masyarakat dan memiliki nilai jual yang menguntungkan. Kesuksesan yang dirasakan pun juga terasa berbeda dibandingkan kita menjadi pegawai walaupun dengan royalti yang terbilang besar, tetap terasa berbeda jika kita yang membangun usaha itu sendiri dari nol.

Pada artikel ini saya akan meneliti lebih dalam penyebab atau faktor-faktor yang mempengaruhi pola pikir masyarakat tentang asumsi yang mengatakan bahwa berwirausaha itu sulit dan beresiko tinggi, sehingga mereka merasa tidak yakin untuk terjun ke dunia usaha. Tentu ini juga berdampak pada sektor perekonomian di Indonesia. Ketergantungan dengan pasar luar negri merupakan salah satu kelemahan di bidang perekonomian negara kita.

Wirausaha atau Entrepreneur juga diterjemahkan oleh KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Menurut sumber, KBBI mendefinisikan wirausahawan (entrepreneur) adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menyusun cara baru dalam berproduksi, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, mengatur permodalan operasinya, serta memasarkannya.

Berikutnya, berdasarkan sumber lainnya, definisi Entrepreneurship pun diperkuat dengan pandangan para tokoh atau ahlinya, Berikut pengertian Entrepreneurship menurut para ahli. Dalam kamus Merriam-Webster menggambarkan bahwa definisi dari pengertian entrepreneur adalah sebagai seseorang yang mengorganisir dan menanggung sebuah risiko, sebuah bisnis atau usaha.

Menurut Thomas W. Zimmerer (2008) bahwa pengertian Entrepreneurship adalah penerapan kreativitas dan keinovasian untuk memecahkan permasalahan dan upaya memanfaatkan peluang-peluang yang dihadapi setiap hari.

Menurut Andre J. Dubrin bahwa pengertian entrepreneurship berarti seseorang yang mendirikan dan menjalankan sebuah usaha yang inovatif.

Menurut Hendro dan Chandra W.W (2006) dalam bukunya Be a Smart and Good Entrepreneur menjelaskan bahwa pengertian entrepreneur adalah suatu kemampuan mengelola sesuatu yang ada dalam diri anda untuk dimanfaatkan dan ditingkatkan agar lebih optimal sehingga dapat meningkatkan taraf hidup anda di masa mendatang.

Menurut Hisrich bahwa pengertian entrepreneurship adalah proses membuat sesuatu yang baru dengan nilai dari konsumsi waktu dan daya yang dibutuhkan untuk memperkirakan keuangan, fisik, dan resiko sosial, dan mendapatkan penghargaan hasil dari moneter dan kepuasaan personal dan kebebasan. Menurut Drucker bahwa pengertian Entrepreneur adalah seseorang yang mampu memanfaatkan peluang.

Menurut Schumpeter dalam Alma (2008. p.24) bahwa pengertian entrepreneur adalah orang yang melihat adanya peluang kemudian menciptakan sebuah organisasi untuk memanfaatkan peluang tersebut. Menurut Sarosa bahwa pengertian Entrepreneur adalah seseorang yang memiliki visi, semangat dan melakukan suatu tindakan-tindakan yang dapat dibuktikan atau secara nyata dalam dunia usaha untuk menciptakan dan mengembangkan sendiri sumber-sumber pendapatan atau incomenya tanpa harus bergantung semata-mata kepada orang lain.

Saya juga telah melakukan riset mulai dari riset statistik tenaga kerja di Indonesia dan juga membuat kuesioner yang saya bagikan di media sosial, bahkan saya juga telah melakukan wawancara dengan para tenaga kerja yang bekerja di sektor Wiraswasta maupun Karyawan Swasta. Hasil riset yang saya jalankan pertama kali adalah melihat langsung data statistik yang ada di internet yang saya dapat dari sumber. Untuk melihat berapa banyak perbandingan antara angka pekerja di ranah Wiraswasta, Karyawan Swasta maupun angka tingkat pengangguran yang sangat mempengaruhi tingkat kualitas ekonomi di negara kita. Berdasarkan riset yang saya lakukan di website resmi Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2018, terdapat 23.615.379 yang bekerja sebagai Wiraswasta, 48.421.053 sebagai Karyawan Swasta, dan angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang tersajikan dalam bentuk presentase mencapai 5.13%.

Berikutnya, saya melakukan riset melalui kuesioner yang saya buat dan membagikannya di media sosial. Berdasarkan hasil riset yang saya jalankan melalui kuesioner yang saya adakan di Media Sosial, berbagai macam pendapat dan opini yang di utarakan oleh Publik mengenai kondisi saat ini yang berhubungan dengan lapangan pekerjaan sesuai dengan pertanyaaan yang saya berikan, dapat di simpulkan bahwa banyak orang yang ingin terjun ke dunia Wirausaha. Berdasarkan presentase, terdapat 71.9% peminat atau bekerja sebagai Wiraswasta dan 28.1% peminat Karyawan Swasta.

Dan juga mayoritas orang dominan lebih suka menuangkan karya dan inovasi mereka ke dalam dunia bisnis (Wiraswasta) ketimbang menjadi karyawan swasta, terdapat 78.1% orang yang memilih Wiraswasta sebagai wadah mereka untuk berkarya dan 21.9% orang yang memilih ranah Karyawan Swasta. Pertanyaan yang saya sampaikan berikutnya juga mengenai wadah untuk berkarya namun saya tuangkan dalam bentuk pertanyaan seperti “Apakah kalian memiliki hobi atau talenta yang ingin anda salurkan ke dalam dunia bisnis?” dan berdasarkan hasil presentase dari pertanyaan tersebut terdapat 75% yang menjawab “Ya” dan 25% yang menjawab tidak.

Berikutnya, berdasarkan hasil riset wawancara yang saya laksanakan kepada narasumber yang saya tujukan. Dari beberapa narasumber yang saya wawancara, beberapa faktor yang menyebabkan mereka takut terjun untuk berwirausaha yang pertama adalah mental dan keberanian yang kurang karena takut gagal dalam dunia bisnis karna memang berwirausaha itu bersifat fluktuatif atau tidak menentu.

Faktor kedua adalah modal, yang banyak dialami setiap orang, banyak yang memiliki alasan karena tuntutan hidup dan lebih memilih yang pasti-pasti saja sehingga mereka tidak mau terjun untuk berwirausaha. Tentunya saya sangat menyayangkan hal itu, karena setiap orang memiliki kreatifitasnya masing-masing untuk menciptakan karya yang bisa berguna bagi masyarakat.

Kami juga mewawancarai sosok pengusaha muda yang sudah berpengalaman dalam berwirausaha, usaha yang ia jalankan sudah berjalan 6 tahun dan sudah membangun 3 jenis usaha, yang pertama rumah produksi, yang kedua di bidang makanan, dan yang ketiga adalah usaha kedai kopi yang baru saja dibuka olehnya, ia bernama pak Alkris. Menurutnya membangun usaha sendiri adalah hal yang tidak biasa dilakukan banyak orang, karena kita membutuhkan kreatifitas dan harus terus berinovasi seiring berjalannya waktu agar produk yang kita jual memiliki kualitas yang disukai oleh pasar yang kita tuju.

“Punya usaha sendiri menurut saya adalah suatu pencapaian yang sangat luar biasa karena kita benar-benar independen mengatur seluruh kegiatan produksi, memang sangat beresiko, tetapi kalau tidak dari sekarang, kapan lagi?”. ini adalah kutipan kalimat yang diungkapkan pak Alkris saat di jumpai oleh saya dalam wawancara yang diselenggarakan di tempat usaha barunya yaitu Kedai Kopi Serasi. Saya membangun seluruh usaha yang saya miliki benar-benar dari nol, dimulai dari membangun rumah produksi yang bekerja di bidang periklanan youtube sampai Live Performance. Dulunya saya adalah seorang editor yang bekerja pada salah satu stasiun televisi yaitu ANTV, lalu saya mulai berfikir ingin mencari dan menciptakan suatu hal yang baru. Akhirnya saya memutuskan membuat rumah produksi bersama 2 orang teman saya dengan peralatan seadanya dan Budget seadanya. Jatuh bangun saya alami bersama teman-teman saya namun saya tidak menyerah dan terus mencoba. Dan alhamdulillah sekarang rumah produksi yang saya bangun membuahkan hasil dan banyak dipakai untuk membuat iklan-iklan di Youtube dan platform digital lainnya. Kami juga selalu aktif setiap minggu mendokumentasikan kegiatan yang diadakan oleh Galeri Musik Indonesia yaitu sebuah Live Performance seperti musik, tarian dan lainnya.”

Pria yang berusia 31 tahun itupun melanjutkan pembicaraan dengan menceritakan kisahnya mengenai binis-bisnis berikutnya, “Setelah rumah produksi sukses, saya membangun sebuah usaha baru namun di bidang yang berbeda, saya membangun sebuah Barbershop yang bernama D’Morris Barbershop yang berlokasi di kelapa gading. Usaha ini sudah berjalan selama setahun dan disusul dengan usaha berikutnya yaitu kedai kopi yang bernama Kedai Kopi Serasi. Kunci utama kesuksesan saya dalam berbisnis adalah ketekunan dan mental pantang menyerah, dan juga selalu berusaha menjadi yang terbaik bagi semua orang, selalu berusaha menebar kebaikan dan juga selalu berdoa kepada Tuhan yang maha esa. Saya tidak kenal lelah dan tidak kenal yang namanya menyerah. Pesan saya kepada semua orang yang ingin terjun ke bisnis yaitu seperti yang saya sebutkan diatas, gigih, pantang menyerah tak kenal lelah, selalu berbuat kebaikan dan janga lupa beribadah.”

Begitulah hasil wawancara yang saya dapat dari Pak Alkris tentang perjalanan bisnisnya, banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah perjalanan Pak Alkris dalam membangun kerajaan bisnisnya. Mudah-mudahan kisah perjalanan karir Pak Alkris dapat menjadi referensi dan juga menjadi inspirasi bagi masyarakat, terutama anak-anak muda yang ingin mulai membangun usaha sejak dini.

Meningkatnya angka pengangguran disebabkan oleh kurangnya lapangan pekerjaan yang sesuai dengan minat dan Passion yang mereka miliki. Talenta dan kreatifitas sudah pasti sudah dimiliki manusia sejak lahir, namun keterbatasanlah yang membatasi mereka, dari mana semua keterbatasan itu? Jawabannya adalah diri mereka sendiri. Mereka yang membatasi pekerjaan mereka sehingga tidak melangkah lebih jauh lagi dan berkembang, hanya karena keterbatasan finansial dan tuntutan hidup, mereka sampai merelakan mimpi-mimpinya.

Sebagai negara berkembang, jumlah wirausaha di Indonesia saat ini masih sangatlah minim jika dibandingkan dengan negara lain, walaupun Indonesia saat ini sudah melampaui standar Internasional, namun kita tetap harus mengejar para kompetitor dari negara lain. Jumlah wirausaha saat ini sudah mencapai rasio 3,1 persen dari total populasi penduduk Indonesia. Angka ini sudah melampaui standar internasional, yakni sebesar 2 persen.

Berdasarkan sumber, bahwa seorang Politisi yang akrab disapa Bamsoet ini menekankan Hipmi harus menjadi organisasi yang mampu menciptakan pengusaha-pengusaha muda tangguh yang dapat mensejahterakan rakyat.

“Kelak dengan adanya Undang-Undang tentang Kewirausahaan Nasional, diharapkan pertumbuhan dan perkembangan wirausaha akan semakin cepat dan mampu menjadi solusi bagi permasalahan ekonomi," jelas Bamsoet saat pembukaan Rakernas Hipmi di Tangerang, kemarin.

Dirinya prihatin dengan jumlah wirausaha di Indonesia yang hanya berkisar 3%. Karenanya dia meminta semua pihak mengoptimalkan fungsi kewirausahaan sebagai gerakan ekonomi rakyat. Dengan peran serta berbagai pihak diyakininya akan meningkatkan rasio wirausaha Indonesia yang saat ini persentasenya masih sangat rendah. "Secara persentase, jumlah wirausaha di negara kita hanya sekitar 3%. Kalah dari negara tetangga di ASEAN seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand yang sudah di atas 4%," ujar Bamsoet.

Dalam kesempatan yang sama Bamsoet menuturkan banyak persoalan yang menyebabkan rendahnya angka wirausaha. Beberapa faktor disebutkan Bamsoet adalah pola pikir masyarakat untuk lebih mencari pekerjaan, rendahnya kapasitas SDM pelaku wirausaha, regulasi yang belum mampu mengatasi persoalan sehingga menghambat perkembangan dunia wirausaha serta kendala dalam mengakses modal.

Semakin banyak Wirausahawan di Indonesia, semakin banyak benefit yang diberikan untuk negara kita tercinta. Memperkuat kekuatan domestik, meningkatkan Branding di Indonesia, berkurangnya ketergantungan terhadap pasar luar negri, dan masih banyak lagi benefit yang didapat dari berwirausaha. Secara pribadi juga kita mendapatkan banyak benefit dari berwirausaha, seperti mengoptimalkan Idle Cash yang kita miliki, lalu bisa lebih fleksibel dalam mengatur waktu, kita juga dapat menyalurkan hobi atau talenta yang kita miliki ke dalam ide bisnis dan mendapatkan keuntungan.

Berwirausaha dapat dilakukan dengan berbagai cara untuk menjalankannya, tergantung bagaimana ketekunan kita dan kegigihan dalam menciptakan inovasi yang dapat berguna bagi masyarakat. Di era digital seperti saat ini tentu sangat membantu kita untuk menciptakan sebuah bisnis, seiring perkembangan zaman dan teknologi yang semakin canggih, kita dapat menciptakan usaha dengan modal yang lebih efisien dan dapat menjangkau pasar yang jauh sekalipun. Seperti contohnya, membuka usaha lewat media sosial contohnya Instagram, fitur canggih di Instagram yaitu dapat mengubah profil pribadi menjadi profil bisnis yang bisa melihat Insight dari usaha yang kita jalankan, ini berfungsi untuk mengukur seberapa banyak pasar yang melihat profil kita dan Aware dengan Brand yang kita miliki.

Berbisnis atau berwirausaha memang memiliki resiko yang sangat tinggi, misalnya disaat kita sudah membangun sebuah perusahaan dan berkembang pesat, memiliki pegawai yang cukup banyak, lalu di saat sedang tidak ada pemasukan sehingga tidak memiliki cukup biaya untuk membayar gaji karyawan bahkan sampai mengakibatkan bangkrutnya suatu perusahaan.

Hal itu yang harus kita pikirkan sebelum memulai bisnis, ya, faktor resiko yang akan di hadapi kedepannya harus kita pikirkan matang-matang. Contohnya, bila modal yang sudah kita tanam sudah berbentuk aset atau barang dan mengalami kebangkrutan, kita harus memikirkan bagaimana cara memutar aset itu agar bisa menjadi uang kembali agar meminimalisir kebangkrutan yang dialami oleh perusahaan tersebut.

Masih banyak orang yang selalu bertanya-tanya dan bahkan merasa bingung ingin memulai dari mana untuk membangun sebuah bisnis yang besar dan sukses, hal ini yang selalu menjadi penghambat kita untuk terjun ke dalam dunia bisnis. Startup untuk memulai bisnis sebenarnya bukan di tentukan oleh jumlah modal atau anggaran yang kita miliki saat ini, ada beberapa langkah menuju kesuksesan dalam berbisnis yang saya rangkum dari berbagai sumber yang sudah saya pelajari.

  • Langkah pertama yang harus kita pikirkan sebagai Startup sebuah bisnis adalah Keberanian dan percaya diri. Bila kita terus merasa takut mengalami kegagalan kita akan tetap ditempat dan tidak bisa melangkah lebih maju menuju kesuksesan.
  • Yang kedua adalah pasar, bila kita tidak memiliki pasar atau Target Market yang akan dituju, usaha kita akan sia-sia dan tidak akan membuahkan hasil. Customer Loyalty atau kesetiaan pelanggan terhadap suatu brand itu juga harus dibangun dalam menuju suksesnya sebuah bisnis. Dengan memiliki pelanggan yang Loyal tentu akan sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak, si pelanggan merasa senang dan nyaman menggunakan produk dari kita dan juga kita merasa senang memiliki Customer yang Loyal. Bila seorang Customer sudah merasa percaya dengan produk kita, tentu semakin banyak benefit yang kita dapatkan, Brand Awareness adalah Mindset yang harus kita bangun di benak para pelanggan.
  • Yang ketiga adalah Brand Identity, identitas sebuah Brand adalah salah satu bagian dari perencaan yang harus dipikirkan, ciri khas atau karakteristik dari sebuah Brand akan menjadi hal yang akan terus di ingat oleh pelanggan yang menggunakan produk kita. Hal ini juga dikenal dengan istilah Trademark.
  • Yang keempat adalah Product Knowledge, sebagai Wirausahawan, anda harus mengerti tentang Detail produk anda sendiri. Anda harus menguasai tentang produk yang anda miliki untuk mempresentasikannya kepada Market yang kita tuju. Bila kita tidak menguasai produk yang kita miliki, tentu kita akan bingung apa yang mau di presentasikan kepada khalayak dan jika ditanya tentang Detailing dari produk kita, kita akan merasa bingung harus menjawab apa karena kita tidak menguasai materi dari produk yang kita miliki.
  • Yang kelima adalah jalur distribusi, jalur distribusi yang akan kita pilih harus di pikirkan matang-matang agar tidak menghambat proses produksi. Jika permintaan semakin meningkat tentu kita harus semakin banyak menyediakan produk yang kita miliki, maka itu jalur distribusi yang kita pilih harus dipastikan lancar dan tidak menggangu proses produksi.
  • Yang keenam adalah Supplier Base, Supplier Base atau Basis Supplier adalah Supplier yang bersifat tetap. Agar proses produksi berjalan lancar tentu kita harus memerhatikan faktor ini. Ini adalah faktor yang sangat penting, jika kita tidak memiliki supplier yang bersifat tetap dan tidak memiliki kesetiaan dengan Brand yang anda miliki, tentu akan menghambat proses produksi dan akan menyebabkan pergantian Supplier sehingga mempengaruhi hasil dari produk yang akan di produksi.
  • Yang Ketujuh barulah modal, modal atau anggaran yang kita miliki berfungsi untuk menjalankan semua perencanaan yang kita sudah rancang dari keenam langkah diatas. Modal dapat berupa dana maupun aset sesuai kebutuhan kita. Itulah beberapa faktor yang harus kita perhatikan untuk Startup sebuah bisnis yang akan kita buat.

Kesimpulan dari seluruh referensi yang saya dapat bahwa kita sebagai warga negara yang baik harus mengabdi dengan negara kita dan mendukung negara kita Indonesia untuk menjadi negara maju dan mampu bersaing di kancah Internasional. Berwirausaha adalah salah satu usaha yang dapat kita lakukan untuk mendukung Indonesia lebih maju, dengan banyaknya sosok Entrepreneur di Indonesia dapat meningkatkan kekuatan domestik dan mengurangi ketergantungan terhadap pasar luar negri, dan juga meningkatkan citra Branding di Indonesia.

 

Daffa Muhammad Ardian

Mahasiswa London School of Public Relations

Apa Reaksi Kamu?

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});