Kesendirian Juga Pengaruhi Sulit Tidur?
Foto: telegraph

Kesendirian Juga Pengaruhi Sulit Tidur?

Senin, 22 Mei 2017 | 09:35 | Fellyanda Suci Agiesta

WinNetNews.com - Semua kegiatan kamu lakukan sendiri. Tak ada dukungan saat kamu melakukan sesuatu. Perasaan hampa itu tidak hanya membebani emosimu, tapi juga bisa membahayakan kebiasaan tidurmu. Mungkin saja benar, karena perasaan kesepian yang selalu kamu rasakan.

Ilmuwan di King's College London mempelajari kebiasaan tidur 2.200 orang di Inggris untuk menentukan apakah kesepian yang menjadi penyebab masalah sulit tidur. Penting untuk dicatat bahwa kesepian tidak disebabkan karena lajang, tapi merasa kesepian, atau terisolasi secara sosial.

Timnya menemukan bahwa orang yang melaporkan kesepian lebih mungkin 24 persen merasa tidak memiliki konsentrasi dan sulit berkonsentrasi. Periset berteori bahwa orang yang kesepian mungkin merasa kurang aman, sehingga menghasilkan malam-malam tanpa tidur

Jika kamu merasa kesepian sekarang, kamu mungkin tidak sendiri. Poll Harris yang dilakukan tahun lalu mengungkapkan bahwa tiga perempat orang Amerika merasa kesepian. Tentu tidak mungkin tidak, tapi sepertiga juga mengaku mengalami emosi minimal seminggu sekali, lapor CBS.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa orang yang merasa didiskriminasikan seringkali kesepian. Jadi, wanita cenderung lebih kesepian daripada pria, mereka yang memiliki pendidikan lebih sedikit lebih kesepian daripada orang berpendidikan tinggi. Pengangguran, dan pensiunan yang lebih kesepian daripada pekerja, menurut New Republic.

Hampir tidak mungkin untuk tidak pernah merasa kesepian, dan sebuah studi tahun lalu menunjukkan bahwa sebagian dari kita mungkin dilahirkan seperti itu. Peneliti dari University of Chicago menemukan bahwa sebenarnya ada risiko genetik untuk kesepian. Ini mungkin tampak seperti hal kecil yang harus diderita, tapi kesepian dapat meningkatkan tingkat hormon stres dan mengganggu fungsi kognitif. Memerangi perasaan ini mungkin memakan waktu, tapi kamu tidak perlu menumbuhkan 30 persahabatan yang erat untuk merasa lebih baik.

"Jika [orang yang sepi] bisa membuat satu teman lagi, kesepian mulai berkurang," Jacqueline Olds, MD, rekan penulis The Lonely American, mengatakan kepada Everyday Health.

"Segala macam hal menakutkan menjadi tidak mungkin saat kamu memiliki teman untuk melakukannya." katanya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...