Kesenian Ondel-ondel Punya Kisah Mistis Loh Gaes! ini Ceritanya!

kontributor
kontributor

Kesenian Ondel-ondel Punya Kisah Mistis Loh Gaes! ini Ceritanya! Cerita mistis ondel-ondel khas betawi

WinNetNews.com - Boneka raksasa bernama ondel-ondel kerap kali menghiasi perayaan pesta perkawinan masyarakat Betawi. Boneka yang selalu berpasang-pasangan ini biasanya tingginya mencapai 3 meter. Terbuat dari rangka bambu dengan diameter tubuhnya 80-90 cm. Wajah ondel-ondel betawi biasanya dicat warna merah untuk laki-laki, dan putih untuk ondel-ondel perempuan. Wajahnya terbuat dari kayu kapuk, dan tubuhnya ditutupi oleh anyaman bambu kemudian dihias dengan kain berwarna-warni sebagai bajunya.

Ondel-ondel biasanya dibopong oleh manusia agar bisa diarak keliling kampung. Banyak anak-anak yang takut saat melihat wajah ondel-ondel yang memiliki alis tebal dan mata melotot, dengan rambut yang terbuat dari ijuk dan hiasan kepala dari lidi dan kertas. Wajah seram ondel-ondel ini yang menambah nuansa "keangkeran" semakin terasa.

Ondel-ondel sebagai salah satu kebudayaan betawi memang memiliki cerita mistis yang dipercaya oleh masyarakat Betawi. Masyarakat setempat percaya ada kekuatan supranatural yang dapat memberikan manfaat bagi yang menggunakannya. Sebelum kedatangan Islam di Betawi, Masyarakat sangat percaya jika ondel-ondel ini punya kekuatan gaib, sehingga sering dihadirkan di dalam upacara adat setempat. Misalnya di dalam suatu pesta pernikahan, hadirnya ondel-ondel dipercaya mampu melindungi tuan rumah dari matabahaya.

Kekuatan gaib ondel-ondel juga diyakini dapat menangkal wabah penyakit seperti muntaber, cacar air, dan penyakit kulit lainnya, serta mencegah gagal panen akibat serangan hama ataupun bahaya yang mengancam. Jika difungsikan sebagai pelengkap upacara sedekah bumi, ondel-ondel digunakan mengarak iring-iringan sajen yang diletakkan di empat penjuru kampung. Hal itu diyakini agar acara tersebut dilindungi oleh leluhur demi kelangsungan hidup anak cucu. Masyarakat pun akhirnya meyakini dengan dihadirkannya ondel-ondel, apa yang mereka minta akan dikabulkan oleh Yang Maha Kuasa.

Meskipun saat ini zaman sudah berkembang lebih modern, beberapa masyarakat masih memegang keyakinan tersebut. Bahkan di beberapa wilayah, keyakinan dan tradisi tersebut masih berjalan di beberapa wilayah. Seperti Pondok Rangon, Jakarta Timur, arak-arakan ondel-ondel kerap kali hadir di perayaan sedekah bumi yang rutin dilakukan setiap tahun. Meski demikian ondel-ondel dari masa ke masa tetap mengalami beberapa perubahan, kalau dulu ondel-ondel hanya bisa dinikmati di suasana-suasana tertentu saja seperti hajatan dan sedekah bumi, namun kini itu sudah tidak berlaku lagi. Kita bisa menjumpai arak-arakan ondel-ondel di acara-acara festival dan disepanjang jalan. Kehadiran ondel-ondel kini bukan lagi berbau mistis, tetapi orang-orang umumnya mengetahui ondel-ondel sebagai sebuah kesenian dan kebudayaan Betawi yang harus dilestarikan.

Apa Reaksi Kamu?