Kesuksesan Girlgroup NiziU Di Jepang Banjir Komentar Nyinyir Netizen Korea
NiziU via Naver.com

Kesuksesan Girlgroup NiziU Di Jepang Banjir Komentar Nyinyir Netizen Korea

Kamis, 30 Jul 2020 | 19:53 | Nisa Diniah

Winnetnews.com -  JYP Entertainment belum lama ini mendebutkan girlgroup baru bernama NiziU. Grup jebolan ajang survival "Nizi Project" beranggotakan 9 member difokuskan untuk melalukan promosi di Jepang.

NiziU belum lama ini merilis lagu berjudul "Make You Happy" yang sukses menempati posisi puncak di 3 kategori di chart Oricon. Lagu itu juga mendapat peringkat pertama di 107 negara serta memuncaki chart musik QQ di China.

Kesuksesan NiziU ini rupanya menjadi sorotan media Korea Chosun Ilbo. Park Jin Young selaku CEO JYP Entertainment disebut sangat memahami bagaimana menciptakan girlgroup terkenal dan dicintai banyak orang. Karena itulah ia memiliki peran besar dalam kesuksesan NiziU.

image0
NiziU via Naver.com

Park Jin Young disebut sangat mengutamakan karakter. Hal ini menjadi salah satu kriteria yang dicarinya dalam merekrut para trainee untuk didebutkan. Ia mengatakan bahwa karakter yang baik dan star factor menjadi rumus utama untuk menjadi idol terkenal.

Hal ini rupanya ikut mengundang komentar dari netizen Korea. Namun, banyak netizen yang berkomentar nyinyir tentang kesuksesan NiziU.

"Mereka hanya girlgroup Jepang. Bukan Hallyu, tidak ada apa-apa," kata seorang netter dikutip Naver.

"Ini mungkin baik dalam jangka pendek karena dia menghasilkan yen tetapi menempatkan kategori K-Pop bisa menjadi risiko di masa depan jika dikelompokkan dalam kategori yang sama dengan pop Jepang dan China tanpa ada yang tersisa untuk membedakannua. Itu kerugian kita pada akhirnya," tambah netter lain.

"Bagaimana bisa girlgroup Jepang dengan semua member Jepang yang promosi di Jepang ada hubungannya dengan Hallyu? Aku jujur ​​menentang ini. Jika girlgroup ini sukses di negara lain seperti BLACKPINK, apakah mereka akan dihitung sebagai Hallyu? Mereka menyebarkan budaya Jepang. Ini pada dasarnya adalah salah satu dari 3 agensi top Korea yang menggunakan semua pengalaman dan pengetahuan mereka untuk membantu membesarkan girlgroup Jepang," sambung netter lain.

"Tapi mereka semua orang Jepang? Bagaimana mereka dihitung sebagai Hallyu? Apakah aku satu-satunya yang tidak mengerti ini?," komentar netter lain.

"Ya ini suram untuk industri K-Pop. Membantu membesarkan girlgroup asing bisa menghasilkan uang dalam jangka pendek tetapi pada dasarnya akan membunuh masa depan K-Pop," pungkas yang lainnya. 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...