Kesulitan Temukan Organ Yang Diracun, Tim Dokter Otopsi Masuk Ke Perut Gajah

Kesulitan Temukan Organ Yang Diracun, Tim Dokter Otopsi Masuk Ke Perut Gajah

Jakarta, WinGamers - Gajah yongki yang pernah menjadi penengah konflik antara manusia dan gajah liar di lampung diduga mati karena diracun. Yongki merupakan gajah andalan yang aktif melerai konflik gajah dengan masyarakat.  Tim dokter Taman Nasional Way Kambas diturunkan untuk mengotopsi gajah malang tersebut.Dua dokter yang mengotopsi Yongki adalah dokter hewan dari Taman Nasional Way Kambas, yakni Dedi Chandra dan Diah Esti.

Sejumlah organ dalam Yongki dibawa ke Laboratorium Forensik Polri, setelah melalui proses pembedahan. Pemeriksaan laboratorium diharapkan dapat memastikan penyebab kematian Yongki. Bila hasil laboratorium menunjukan fakta bahwa Yongki mati diracun, maka akan diketahui pula jenis racun yang digunakan oleh tersangka untuk meracun gajah malang tersebut.

Semula ada tiga kemungkinan penyebab Yongki mati, yakni ditembak, sakit atau diracun. Namun dari hasil pemeriksaan awal, tidak ada tanda-tanda Yongki mati sakit atau ditembak. Hanya ada luka di bagian mulut karena bekas cabutan gading.

Dibutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk mendapatkan hasil uji laboratorium. Sementara itu, dibutuhkan waktu berjam-jam untuk membedah dan menemukan organ dalam Yongki yang akan diteliti. Bahkan tim dokter harus masuk ke perut gajah untuk mencari organ yang akan diteliti.

Sementara itu, di media sosial duka atas kepergian Yongki bisa ditelusuri dengan tagar #RIPYongki. Gajah jinak berusia 30 tahun ini ditemukan tewas jauh dari posko pemantauan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Wilayah Pemerihan, Lampung Barat, Jumat (18/9), dengan kondisi kedua gadingnya telah dicuri secara keji. Ketika itu, gajah Yongki sedang dijauhkan dari gajah lainnya karena sedang dalam masa birahi. Posisi Yongki berada sekitar 400 meter dari pos pantau. Sehingga peristiwa pembunuhan gajah malang tersebut tidak terdeteksi oleh petugas.

Pawang bernama Sulistiono memeriksa gajah pada jam 07.00 WIB dan diketahui gajah berusia 34 tahun seberat 3,3 ton itu sudah tergeletak dengan gading hilang. Selanjutnya pawang melapor ke koordinator resort Pilipus Samirun dan dilaporkan ke Kantor Taman Nasional Bukit Barisan Ngaras. Malam harinya di pukul 22.30 WIB Tim Dokter dan evakuasi melakukan evakuasi terhadap gajah tersebut.

Simak artikel: Adnan Buyung Nasution Tutup Usia