Ketagihan Streaming Game, Remaja Ini Habiskan Rp289 dari Tabungan Orangtua
Foto: World of Buzz

Ketagihan Streaming Game, Remaja Ini Habiskan Rp289 dari Tabungan Orangtua

Selasa, 28 Jul 2020 | 14:48 | Nurul Faradila

Winnetnews.com -  Menonton film ataupun permainan video game secara langsung lewat layanan streaming memang mengasikkan. Kebanyakan orang menggunakan cara tersebut, untuk mengisi waktu luang dan menghibur diri agar tidak bosan.

Akan tetapi seorang remaja asal Amerika Serikat ini, nampaknya terlalu menikmati mengisi waktunya dengan melakukan streaming. Dilansir dari World of Buzz, remaja ini diketahui sudah menghabiskan sekitar 20,000 USD (Rp289 juta) untuk mengakses layanan streaming Twitch.

Merasa kewalahan, sang ibu pun menggunakan Reddit untuk mencari saran keuangan yang dapat menyelesaikan permasalahan ini. Wanita yang meminta untuk dirahasiakan namanya ini, mengatakan bahwa anak remajanya berhasil mengumpulkan tagihan sebesar 19,870 USD di kartu kredit miliknya sejak 14 hingga 30 Juni.

Dia sudah sempat mencoba untuk mendapatkan uang itu kembali, namun hasilnya tidak memungkinkan. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk mencari solusi melalui media sosial Reddit.

“Anakku menghabiskan hampir 20,000 USD menggunakan kartu kredit untuk berlangganan dan donasi, menyedot bersih simpananku di bank tanpa sepengatahuan atau izinkku. Simpanan yang dilakukan bertahun-tahun hilang dalam 17 hari,” tulis wanita tersebut.

“Tidak ada tanggapan dari customer service dalam 2 minggu, tidak ada respon terhadap email ke CEO atau Amazon. Adakah yang tahu kalau aku bisa mendapatkan uang ini kembali atau bagaimana mendapatkan respon?” lanjutnya.

Dia mengatakan kalau dirinya hampir pingsan saat mengetahui uangnya telah habis. Anaknya diberikan kartu kredit agar ia bisa membeli makan siang, akan tetapi ia malah menyalahgunakan hal tersebut untuk bersenang-senang.

Sang ibu menduga bahwa anaknya melihat pin rekeningnya saat ia akan mentransfer uang sekolah. Ketika ditanya, anak remaja itu mengatakan bahwa ia juga kaget saat mengetahui jumlah uang yang telah dihabiskannya.

Lantaran ia hanya mengecek saldo akunnya dua kali sebulan, dia tidak melihat transaksi yang dilakukan oleh anaknya itu. Setelah bersedih, dia segera menelepon pihak bank untuk membekukan semua akunnya dan kartu kredit putranya pun dibatalkan.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...