Skip to main content

Keterangan KPK Terkait Telepon SDA ke Dirjen AHU

Keterangan KPK Terkait Telepon SDA ke Dirjen AHU
Keterangan KPK Terkait Telepon SDA ke Dirjen AHU

WinNetNews.com - Mantan Menteri Agama yang juga terpidana kasus korupsi dana haji Suryadharma Ali diketahui menelepon Dirjen Administrasi Hukum Umum (AHU) terkait konflik yang dihadapi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari Rutan Guntur.

Sambungan telepon dilakukan melalui ponsel dari staf Politikus PPP Fernita Darwis bernama Fara yang pada Senin (14/3) lalu itu tengah menjenguk SDA. Meski sambungan telepon tersebut disebutkan hanya sebentar, akan tetapi bukannya pembesuk juga tak boleh membawa ponsel ke dalam rutan saat membesuk.

"Larangan memakai alat komunukasi itu dikaitkan dengan beberapa pertimbangan. (Seperti) Keselamatan, keamanan, dan lain-lain," kata Saut melalui pesan singkat, Selasa (15/3/2016) malam.

"Yang menarik mengapa Standar Operasional Prosedur (SOP) itu tidak dipatuhi," imbuhnya.

Saut lantas menghubungkan ketidaksadaran terhadap peraturan dengan tingginya tingkat korupsi di Indonesia. Di mana dalam beberapa situasi para koruptor tak ditindak secara tegas, keras dan terus menerus.

"Inilah kesadaran yang lambat. Sehingga ujung ujungnya adalah korupsi sulit ditekan di dalam criminal justice system kita," tutur Saut.

"Karena tahanan atau rutan masih bagian yang berhadapan dengan compleksitasnya masing masing yang tidak pernah didekati dengan tegas, keras dan terus menerus," jelasnya.

Kepala Humas Ditjen Pemasyarakatan (PAS) Akbar Hadi saat dihubungi mengatakan, terkait penanganan SDA masih ada di bawah kewenangan KPK.

"Pak Suryadhama Ali saat ini masih berada di bawah kewenangan KPK di Rutan Guntur, silakan untuk menanyakan langsung kepada KPK," ujar Akbar, Selasa (15/3).

disadur dari situs detik news

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top