(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Ketika Jokowi dan Bimbim 'Slank' Sepakat Pengedar Narkoba di 'Dor'

Gunawan Wibisono
Gunawan Wibisono

Ketika Jokowi dan Bimbim 'Slank' Sepakat Pengedar Narkoba di 'Dor' Foto: Karna wnn

WinNetNews.com - Dalam acara Pencanangan Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat, di Bumi Perkemahan Wisata Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (3/10/2017). Presiden Joko Widodo (Jokowi) berdialog dengan Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Irjen Ari Dono Sukmanto. Setelahnya, Jokowi mempersilakan penggebuk drum band Slank, Bimbim, baik keatas panggung. Bimbim juga ditanya perihal tindakan tegas untuk pengedar obat terlarang.

Jokowi bertanya kepada Bimbim soal perspektif melihat masalah penyalahgunaan obat terlarang, semisal PCC atau Tramadol, yang digunakan secara menyimpang.

"Itu gerbang masuk ke narkoba. Jadi anak-anak kelas VI SD dan SMP belajarnya dari situ. Ini serius banget bahayanya," tutur Bimbim sambil memegangi mikropon dan menatap Jokowi.

Jokowi lantas bertanya, apa yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah itu. Bimbim menjawab pendidikan terhadap anak adalah hal yang bisa mencegah permasalahan penyalahgunaan obat, termasuk penyalahgunaan narkoba. 

"Anakku sudah 16 tahun yang paling besar. Ngajarinnya ya, 'Narkoba itu kampungan, norak, hanya orang-orang yang nggak jelas.' Begitu dia ketemu, dia ada penolakan sendiri," tutur Bimbim.

Menurut Bimbim, Slank pun juga mencoba memerangi narkoba lewat lagu. Ini dipercaya bisa mengubah pola pikir anak muda yang semula berpotensi tertarik memakai narkoba menjadi antinarkoba. 

Namun Jokowi tidak puas atas jawaban Bimbim.

"Apa yang harus dilakukan Polri?" tanya Jokowi ke Bimbim.

"Hukuman maksimal. Dor!" jawab Bimbim.

Jokowi tampak puas mendengar jawaban Bimbim. Penonton bertepuk tangan. "Ya sudah. Yang saya tunggu yang (jawaban Bimbim) terakhir tadi," tutur Jokowi sambil tersenyum.

 

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});