Ketika Pak Wiranto “Nyolot”: Ngerti Enggak, sih? Coba Gantian Gitu Jadi Menteri!
Menko Polhukam, Wiranto/Foto: forumkeadilan.com

Ketika Pak Wiranto “Nyolot”: Ngerti Enggak, sih? Coba Gantian Gitu Jadi Menteri!

Sabtu, 27 Mei 2017 | 21:15 | Zulkarnain Harahap

WinNetNews.com – Salah satu menteri di Kabinet Kerja Presiden Jokowi, ternyata pernah menjadi menteri di empat pemerintahan yang berbeda. Di masing-masing zaman itu, Wiranto, mencatat banyak perbedaan yang ia rasakan. Khususnya terkait dengan gaya kepemimpinan dari Presiden itu.

"Saya jamin pemerintah Jokowi-JK ini yang paling baik. Tidak ada hari tanpa rapat terbatas," sampai Wiranto di Jakarta, Sabtu (27/05/2017).

Berdasarkan catatan, Pak Wiranto yang kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, ia pernah menjadi menteri di era Presiden Soeharto. Ia menjabat Menteri Pertahanan dan Keamanan. Dia juga Panglima Besar ABRI. Lalu saat pemerintahan transisi terjadi ke B.J. Habibie, ia masih menempati posisi yang sama. Kemudian saat Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menjadi Presiden, Wiranto dipercaya sebagai Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan.

Dari seluruh pengalamannya itu, Wiranto mengungkap perbedaan gaya Presiden di eranya masing-masing melalui frekuensi rapat.

“Saat Soeharto berkuasa, rapat dilakukan lima kali dalam satu bulan, yang terdiri dari satu rapat paripurna, satu rapat kementerian koordinator, dan satu rapat cadangan,” ungkapnya.

Di zaman Habibie, rapat dilakukan dua kali dalam satu pekan. Sementara itu, pada era Gus Dur, ia merasa rapat dianggap bukan suatu hal yang menjadi rutinitas. Frekuensinya pun tidak teratur.

"Saya pernah usul ke Gus Dur kalau rapat menteri ke Polkam saja, nanti dilaporkan ke presiden. Katanya, ya bagus itu," kata Wiranto.

Hal berbeda dijumpai saat Jokowi memimpin pemerintahan. Dalam satu hari bisa dilakukan dua hingga tiga kali rapat. Jika dikalikan satu bulan, rapat bisa dilakukan sampai 36 kali. Menurut Wiranto, aturan Jokowi mengenai rapat sesuai dengan nama kabinetnya, Kabinet Kerja.

"Memang benar-benar kerja, kerja, kerja," ujarnya.

Untuk itu, Wiranto menyayangkan jika masih saja ada anggapan bahwa pemerintah Jokowi tidak pro rakyat dan tidak sesuai dengan janji-janji kampanye dulu.

"Ini ngerti enggak sih, coba gantian gitu jadi menteri," tegas Wiranto.

"Bukannya bela pemerintah, saya bicara jujur, ini bulan puasa. Tidak bohong saya," lanjutnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...