Ketua Komisi VII DPR : Harus Turun Harga BBM

Ketua Komisi VII DPR : Harus Turun Harga BBM

 Jakarta – Harga bahan bakar minyak diturunkan. Musababnya, harga minyak mentah dunia sedang merosot tajam. "Harga bbm saat ini, karena waktu itu kita asumsikan 60 dolar per barel," kata Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat, Kardaya Warnika, di Jakarta, Kamis, 17 September 2015.

Harga minyak mentah dunia berada di kisaran harga 40-45 dolar per barel. Menurut dia, harga tersebut turun sekitar 27 persen. Dengan perhitungan kurs rupiah terhadap dolar 12,500-13,000. Saat ini, ia meneruskan, kurs rupiah melemah sebesar 13-14 persen. "Jadi penurunan harga minyak jauh melemah dari rupiah," ujarnya.

Dengan begitu, menurut Kardaya, harga bbm seharusnya diturunkan. Apalagi tarif daftar listirk juga sudah diturunkan oleh Perusahaan Listrik Negara dengan pertimbangan harga minyak yang turun. "Tentunya kita harus sejalan. Di BBM juga harus pakai justifikasi," ujar politikus dari Partai Gerakan Indonesia tersebut.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said, sebelumnya mengatakan pemerintah tidak akan menurunkan BBM bersubsidi seperti premium dan solar. Saat ini, ujar Sudirman, harga jual sekarang yang lebih tinggi beberapa ratus rupiah. Selesih kelebihan tersebut akan digunakan untuk membayar utang kepada PT Pertamina (Persero) Tbk. Utang tersebut muncul karena Pertamina pernah menjual BBM dengan harga di bawah harga keekonomian.

Pada awal Agustus lalu, Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan ada potensi keuntungan US$ 1 miliar atau Rp 12 triliun yang hilang karena adanya penetapan harga baru BBM oleh pemerintah. Karena itu, Dwi berharap pemerintah tak menurunkan harga Premium saat harga minyak mulai turun saat ini untuk menutupi defisit keuntungan Rp 12 triliun tersebut.

Selain buat membayar utang, kelebihan dana yang tersisa akan dipupuk untuk dana pertahanan energi. Uang tersebut akan menjadi suntikan modal untuk pembangunan listrik di daerah terpencil serta membangun penimbunan BBM bagi daerah yang sulit terjangkau. Dengan demikian, kelangkaan bahan bakar dapat teratasi.