Ketua KPK Sebut Reformasi Peradilan Indonesia Butuh Jalan Panjang

Ketua KPK Sebut Reformasi Peradilan Indonesia Butuh Jalan Panjang

Senin, 22 Agt 2016 | 10:19 | Zaenal Arifin
 Jakarta, Winnetnews.com -  Ketua KPK Agus Rahardjo mengakui bahwa perjalanan untuk memperbaiki peradilan di bawah kendali Mahkamah Agung (MA), masih panjang dan butuh dirundingkan oleh banyak pihak.

"Perbaikan peradilan masih dalam diskusi yang panjang, (KPK) masih meminta masukan dari KY (Komisi Yudisial). Kita juga pelajari di banyak negara bagaimana hubungan antara KY dan MA, masih kita rundingkan dengan banyak pihak terkait," kata Agus dalam siaran persnya yang diterima di Jakarta, Senin (22/8/2016).

KPK menilai saat ini sistem "check and balance" di MA tidak berjalan.

"Check and balance tidak terjadi di MA, seperti (badan) pengawas di bawah Sekjen (Sekretaris Jenderal). Itu perlu dilakukan perubahan, tapi apakah administrasi dan penentuan hakim perlu dipisah dengan penanganan substansinya, masih jadi kajian kita," tambah Agus.

Untuk melakukan perubahan, menurut Agus perlu ada kesadaran pribadi dalam tubuh MA.

"Tentu saja (perubahan) itu harus ada 'welcome' dari teman MA. Kekuatan yudikatif kan tida bisa dipengaruhi, harus ada kesadaran dari mereka untuk melakukan perubahan," ungkap Agus.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...