Ketum PA 212 Beberkan Kondisi Bernard dan Ninoy Saat Kerusuhan

Khalied Malvino
Khalied Malvino

Ketum PA 212 Beberkan Kondisi Bernard dan Ninoy Saat Kerusuhan Ketum PA 212, Slamet Maarif memberi keterangan terkait penahanan Bernard Abdul Jabbar, Rabu (9/10). [Foto: RMOL.id]

Winnetnews.com - Kabar penahanan Sekretaris Jenderal Persaudaraan Alumni (Sekjen PA) 212, Ustadz Bernard Abdul Jabbar rupanya membuat jajaran kepengurusan PA 212 bergejolak.

Tak pelak, Ketua Umum PA 212, Slamet Maarif menyatakan jika Ustadz Bernard bukan menganiaya atau mempersekusi Ninoy seperti yang sudah diberitakan sebelumnya.

Kepada awak media, Slamet menerangkan jika Ustadz Bernard memang tengah berada di kawasan Senayan yang kala itu sedang chaos untuk mencari anaknya yang ikut demo pada Senin (30/9) malam.

Slamet menambahkan, Ustadz Bernard tidak sendiri saat mencari anaknya itu. Ustadz Bernard bersama istrinya berjibaku di tengah kerusuhan yang banyak menelan korban jiwa tersebut.

"Di tengah, ada info banyak korban mahasiswa dan pelajar di Masjid Al-Falah sehingga Bernard dan istrinya menuju Masjid Al-Falah karena di mobil ada peralatan medis P3K seperti perban, betadine, dan oksigen," terang Slamet di Sekretariat DPP PA 212, Condet, Jakarta Timur, Rabu (9/10) seperti dilansir Detik.

Masih menurut penuturan Slamet, sesampainya di Masjid Al-Falah, Bernard dan istri membantu korban dengan peralatan P3K. Pada saat memberikan pertolongan, lanjut dia, terjadi keributan yang diduga penyusup dihakimi.

"Spontan Ustaz Bernard menyelamatkan dan melindungi yang diduga penyusup bernama 'Ninoy' dari amukan massa," katanya.

Saat itu, Bernard, disebutkan menasihati Ninoy untuk tidak keluar masjid lebih dulu karena situasi belum kondusif. Ninoy, kata Slamet, justru berterima kasih karena diselamatkan oleh Bernard.

"Bahkan mencium tangan Ustaz Bernard. Setelah itu Ninoy diajak duduk dan istirahat dengan kondisi aman. Setelah aman sekitar pukul 03.00 WIB Ustaz Bernard pulang ke rumah. Jadi Ustaz Bernard menyelamatkan Ninoy bukan mempersekusi Ninoy," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polda Metro Jaya menetapkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persaudaraan Alumni (PA) 212, Bernard Abdul Jabbar sebagai tersangka atas kasus penculikan dan penganiayaan relawan Jokowi, Ninoy Karundeng, Selasa (8/10).

Melalui Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, Bernard ditahan setelah melewati rangkaian pemeriksaan intensif. Selain Bernard, Polda Metro juga menetapkan Fery sebagai tersangka.

Apa Reaksi Kamu?