KH Slamet Effendy Yusuf Ungkap Rindu Pada Sahabat, Sehari Sebelum Wafat

KH Slamet Effendy Yusuf Ungkap Rindu Pada Sahabat, Sehari Sebelum Wafat

WinNetNews.com - Meninggalnya KH Slamet Effendy Yusuf yang merupakan Wakil Ketua PBNU meninggalakan duka bagi publik di Tanah Air. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, satu hari menjelang Almarhum wafat, tepatnya di hari Selasa (1/12/15) pagi, pria kelahiran Purwokerto, 12 Januari 1948 itu mengungkapkan kerinduan terhadap sahabat-sahabatnya yang telah meninggal dunia, khususnya Mbah Liem (KH Muslim Imampuro). Kerinduan tersebut Beliau sampaikan melalui grup WhatsApp PBNU. Selain itu Ia juga menyertakan foto kebersamaan dengan mereka saat masih hidup.

Berikut petikan pesan singkat yang dikirim Slamet melalui WhatsApp, dikutip dari detik:

"Nostalgia adalah jejak Mbah Lim telah wafat. Sekalipun jejak adalah fi'il madli yang mabni. Tetapi kerinduan akan sahabat adalah misteri. Hari ini berderet di barisan belakang adalah sahabat yang seolah hilang. Di mana anda sekarang?"

Sementara itu, saat ini jenazah Almarhum telah dibawa ke rumah duka yang berada di Kompleks Perumahan Citra Gran, Castle Garden Blok H-5, Cibubur, Jakarta Timur. Rencananya, jenazah Slamet akan dimakamkan di Purwokerto, Jawa Tengah. Tepatnya di dekat pondok pesantren milik mantan Ketua MUI itu. Jenazah pria yang pernah menjabat sebagai Ketua PBNU itu akan sibawa ke Purwokerto sekitar pukul 12.00 WIB.

Baca juga artikel: Waketum PBNU Slamet Effendi Yusuf Wafat

Ketua PBNU Sulthon Fatoni menjelaskan, sebelum meninggal Almarhum masih sempat mengikuti kegiatan bersama Lembaga Pengkajian MPR hingga selesai. Ia juga aktif sebagai pembicara dalam diskusi tersebut. Bahkan sang Kiyai sempat meminta difotokan seorang diri dalam acara tersebut.