Ki Jaga Raksa Akan Antar Bendera Pusaka ke Istana

Ki Jaga Raksa Akan Antar Bendera Pusaka ke Istana

Selasa, 16 Agt 2016 | 07:04 | Rusmanto
WinNetNews.com - Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, tak kuasa menahan emosi sekaligus bangga tatkala melampiaskan curahan hatinya soal kontroversi kereta kencana Ki Jaga Raksa yang dulu menuai cacian. Kini kereta itu malah menjadi pilihan Presiden Jokowi sebagai pengantar bendera pusaka dari Monas menuju Istana Negara pada Rabu 17 Agustus 2016 mendatang.

Dedi mengaku awal pembuatan kereta kencana sekitar 2009 dia sering kali menerima caci, maki, bully, ancaman, hingga penghakiman musrik dari individu mau pun kelompok yang tidak setuju dengan idenya itu.

Menurut Dedi saat itu dia memiliki alasan kuat hingga harus membuat kereta tersebut jauh-jauh ke Solo. "Setiap hari kita bicara kebesaran Siliwangi, dan orang Jawa Barat, orang Sunda selalu membanggakan Padjajaran dan Siliwangi. Pertanyaan saya adakah penghormatan kita pada Siliwangi dan leluhur kita," tegas pria yang akrab disapa Kang Dedi itu.

Sebagai warga Jabar dan masyarakat Sunda, Dedi pun merasa malu dengan perlakuan masyarakat Bali yang malah lebih menghargai Siliwangi dengan membuat sebuah monument patilasan di Gunung Salak.

Meski sempat disebut musrik Dedi tetap berkeyakinan jika penghargaan dalam bentuk membuat kereta kencana tersebut tak lain untuk mengingatkan masyarakat akan kebesaran dan kebanggaan masyarakat Sunda dan Jabar terhadap Raja Pajajaran, yakni Maharaja Sri Baduga Siliwangi atau lebih dikenal dengan Prabu Siliwangi.

Seperti diketahui kereta kencana Ki Jaga Raksa dibuat oleh Pemkab Purwakarta pada tahun 2009 lalu di Solo. Kereta tersebut sengaja dibuat sebagai bentuk penghargaan terhadap Prabu Siliwangi. Nama Ki Jaga Raksa diambil dari gelar Prabu Siliwangi yakni Ki Pamanah Rasa. Secara harfiah Ki Jaga Raksa berarti Sang Penjaga Hati.

Sejak Kamis 11 Agustus lalu kereta kencana yang biasa disimpan di teras Gedung Negara Bale Nagri, Kabupaten Purwakarta itu telah dibawa ke Jakarta. Nantinya kereta tersebut akan membawa replika bendera pusaka dan bendera yang akan dikibarkan dalam upacara kemerdekaan dari Monas ke Istana Negara pada Rabu 17 Agustus 2016.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...