Kiat Menjaga Organ Vital Pria dan Wanita
ilustrasi

Kiat Menjaga Organ Vital Pria dan Wanita

Kamis, 11 Jul 2019 | 07:35 | Rusmanto

Winnetnews.com -  Kebanyakan orang menganggap kesehatan reproduksi hanya terkait dengan kehamilan dan kelahiran, sehingga sering dicap sebagai urusan wanita. Padahal, kesehatan sistem reproduksi sama-sama penting bagi pria dan wanita untuk bisa mempertahankan keturunan.

Kenapa kesehatan reproduksi itu penting?

Sistem reproduksi pria dan wanita berbeda dari segi bentuk maupun struktur yang mendukungnya.

Organ dari sistem reproduksi wanita meliputi vagina, rahim (uterus), ovarium, tuba falopi, dan vulva. Sementara sistem reproduksi pria terdiri dari penis, testis, dan skrotum (buah zakar).

Meski begitu, sistem reproduksi pria dan wanita sama-sama dirancang untuk untuk menghasilkan, melindungi, serta mengangkut sel telur atau sperma. Khususnya pada wanita, sistem reproduksi mereka juga bertanggung jawab untuk mempertahankan kehamilan dan menjadi tempat bertumbuh kembangnya janin sampai waktunya lahir.

Namun, kebanyakan orang tidak menyadari bahwa sistem reproduksi mereka merupakan sistem yang paling rapuh dalam tubuh. Jika Anda tak pintar-pintar dalam menjaga kesehatan reproduksi, bukan tak mungkin Anda akan mengalami berbagai gangguan reproduksi di kemudian hari. Salah satunya, kesulitan untuk memperoleh keturunan.

Tips menjaga kesehatan reproduksi pria dan wanita

Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan reproduksi.

1. Merawat kebersihan kelamin dengan baik

image0

Memelihara kebersihan alat kelamin merupakan salah satu bentuk komitmen untuk menjaga kesehatan reproduksi. Kelamin yang kotor dan tidak terawat tentu membuat pasangan ogah-ogahan untuk berhubungan seks dengan Anda. Selain itu, kelamin kotor juga dapat meningkatkan risiko penyakit yang dapat mengganggu kerja sistem reproduksi.

Merawat kebersihan kelamin tidak perlu usaha yang ribet. Anda hanya perlu:

  • Selalu membersihkan alat kelamin setelah berkemih, serta sebelum dan setelah melakukan hubungan seksual.
  • Pastikan area genital selalu dalam keadaan kering dan tidak lembap.
  • Hindari menggunakan sabun wangi, sabun sirih, deodoran, bedak, dan vaginal douche karena dapat menyebabkan kulit kelamin rentan iritasi.
  • Mengganti celana dalam setiap hari, dan pastikan kalau celana yang digunakan mampu menyerap keringat dengan baik.
  • Bagi pria, pertimbangkan untuk sunat guna menghindari risiko infeksi bakteri di penis. Kulit kulup yang tidak diangkat dapat menjadi tempat berkumpulnya kotoran. Bila dibiarkan, kotoran tersebut dapat menumpuk dan menyebabkan infeksi.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...