Kim Jong Un Tak Hadiri Pemberian Medali PD II dari Putin

Khalied Malvino

Dipublikasikan 2 tahun yang lalu • Bacaan 2 Menit

Kim Jong Un Tak Hadiri Pemberian Medali PD II dari Putin
Presiden Korea Utara, Kim Jong Un dan Presiden Rusia, Vladimir Putin dalam suatu momen. (Foto: MSN..com))

Winnetnews.com -  Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un dilaporkan mendapat kehortmatan menerima medali Perang Dunia II dari Presiden Rusia Vladimir Putin.

Disadur dari Kompas.com, Rabu (6/5), penghargaan itu diberikan karena Kim melestarikan memori tentara Uni Soviet yang tewas di Korut, demikian keterangan Kedutaan Besar Rusia di Pyongyang.

Upacara penganugerahan medali Perang Dunia II itu dilakukan di Gedung Pertemuan Mansudae, di mana Kim Jong Un melakukan reshuffle lembaga tertingg Korea Utara itu pada April.

Dilansir The Moscow Times Selasa (5/5/), Duta Besar Rusia untuk Korut memberikan medali bertajuk "75 tahun kemenangan dalam Perang Patriotik Agung 1941-1945".

Namun, medali itu hanya diberikan kepada kementerian luar negeri. Tidak nampak kehadiran sang pemimpin tertinggi dalam acara tersebut.

Kim mendapat anugerah dari Putin karena dia dianggap memberikan kontribusi besar secara personal dalam memperingati prajurit Soviet yang gugur.

Dalam rilis kedutaan, Kim dianggap merawat baik makam serta tugu peringatan tentara Negeri "Beruang Merah" yang tewas di Korut.

Dilaporkan kantor berita TASS, terdapat 1.375 tentara Uni Soviet yang dimakamkan di negara yang menganut ideologi Juche tersebut.

Setelah upacara, Duta Besar Alexander Matsegora dan Menteir Luar Negeri Ri Son Gwon kemudian melangsungkan pertemuuan bilateral.

"Mereka mengonfirmasi niat untuk melanjutkan upaya aktif dalam menerapkan kesepakatan, bertujuan mengembangkan dan meningkatkan kerja sama dua negara," ulas Kedubes Rusia.

Kim Jong Un untuk pertama kalinya berkunjung ke Rusia pada April 2019, dalam rangka membahas perjanjian nuklir AS bersama Putin.

Setiap 9 Mei, Moskwa memperingati kemenangan melawan Nazi Jerman di Perang Dunia II dengan menghelat parade militer di ibu kota.

Tahun ini, perayaan itu terpaksa dibatalkan karena virus corona. Meski begitu, jet tempur dijadwalkan bakal terbang membentuk formasi guna memperingati 75 tahun kemenangan.

Adapun bagi Kim, medali itu merupakan anugerah bilateral pertama setelah dia kembali muncul ke hadapan publik setelah absen selama 20 hari.

Pemimpin yang berkuasa sejak 2011 itu menjadi perhatian setelah melewatkan Hari Matahari, yakni perayaan kelahiran sang kakek, Kim Il Sung, pada 15 April.

Tidak hadir dalam momen yang begitu penting dalam kalender Korut, rumor mengenai kondisinya mulai berkunculan dan menjadi sorotan dunia.

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...