Kisah Anak Tukang Ojek yang Jadi Paskibraka

Kisah Anak Tukang Ojek yang Jadi Paskibraka

Kamis, 11 Agt 2016 | 08:12 | Rusmanto
WinNetNews.com - Orangtua manapun pasti bangga putra putrinya menjadi bagian dari anggota Paskibraka nasional yang bertugas di Istana Negara pada perayaan kemerdekaan. Salah satunya pasti orangtua Laurensius, siswa SMA Negeri 2 Kei Kecil Provinsi Maluku.

"Ayah kerja ojek. Ayah bilang, ini jadi suatu kebanggaan, karna bisa mengangkat nama orang tua, membuat ayah senang," kata Laurensius yang ditemui di Cibubur, Rabu (10/8/2016). Remaja yang akrab disapa Lauren ini juga senang bisa membuat bangga ayahnya. "Saya juga bangga sebagai anak, biarpun anak seorang tukang ojek tapi saya bisa membuat maju," terang dia.

"Ayah bilang mau jadi apapun buat yang terbaik, itu sudah jalan Tuhan. Pesan ayah untuk saya, 'baik-baik, jangan lupa berdoa'. Pesanku buat ayah, aku sayang ayah. Ayah baik-baik di sana," sambung dia. Laurensius bertutur, di sekolah dia memang terbiasa dengan upacara. Sejak duduk di bangku kelas 1, dia biasa menjadi pemimpin upacara.

"Pertama kali masuk SMA saya ditunjuk jadi pemimpin upacara, bapak guru dan kepala sekolah saya lihat saya tidak grogi jadi pemimpin upacara. Saya ditunjuk, saya menjalankan tugas dengan baik," terang dia. Hingga kemudian dia diutus sekolahnya untuk mengikuti seleksi. Mulai dari tingkat kabupaten hingga sampai

ke provinsi.  

"Pas di provinsi saya pikir nggak lolos, soalnya yang kabupaten lain badannya lebih bagus dari saya. Tapi puji Tuhan saya bisa dipilih ke nasional. Pas di nasional saya dengar dari kakak-kakak, nasional itu berat.

Padahal pas saya datang, nggak berat juga sih. Kaya tinggal di asrama. Saya juga pernah tinggal di asrama Seminari," tutur dia.

"Saya ingin ketemu Pak Jokowi. Karna Pak Jokowi itu dermawan, tegas. Saya lihat juga Pak Jokowi tidak banyak omong, kerja terus gitu," tutup dia.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...