Kisah Dibalik Nama Ancol

Kisah Dibalik Nama Ancol

WinNetNews.com - Ancol sudah sangat familiar, khususnya dikalangan warga Ibu Kota. Bukan hanya itu, Ancol pun terkenal hingga ke masyarakat yang tinggal di luar kota Jakarta. Berbagai fasilitas rekreasi yang paling dikenal masyarakat berada di dalam kawasan Ancol, antara lain Dunia Fantasi (Dufan), Atlantis, dan Pantai Ancol.

Namun, taukah Anda tentang asal-usul nama Ancol? Dihimpun dari situs liputan 6, dalam sebuah buku yang berjudul "Asal-Usul Nama Tempat di Jakarta", disebutkan bahwa nama Ancol dibuat oleh Rachmat Ruchiat. "Ancol" memiliki arti tanah rendah berpaya-paya atau berair asin.

Di masa lampau, bila air laut sedang pasang, kali Ancol yang terkena dampaknya kemudian menggenangi tanah di kawasan tersebut. Sehingga menjadi terasa payau atau asin. Kemudian, orang-orang Belanda pada zaman VOC menyebut wilayah tersebut dengan julukan "Zoutelande" yang artinya "Tanah Asin".

Dikutip dari situs asal-usul nama tempat, sebutan "Tanah Asin" juga dipakai sebagai sebutan kubu pertahanan yang dibangun di wilayah itu pada tahun 1656 (De Haan 1935:103 – 104).

Untuk menghubungkan benteng Kubu Pertahanan dengan Kota Batavia (nama lain Jakarta) pada zaman itu, dibuatlah sebuah terusan, yaitu terusan Ancol (kali Ancol). Sampai sekarang kali Ancol masih dapat dilayari oleh perahu. Kemudian dibangun pula jalan yang sejajar dengan terusan.

Sementara itu, sejarah wisata Ancol diawali pada masa Gubernur Hindia Belanda, Adriaan Valckenier, sekitar abad ke-17. Ia menyadari potensi wisata yang dimiliki oleh kawasan Ancol di bagian Utara Jakarta kala itu.

Kemudian kawasan ini terus berkembang menjadi kawasan wisata. Sayangnya, ketika perang kemerdekaan berlangsung, keelokan pantai Ancol sempat sirna dan dilupakan oleh masyarakat.

Seiring dengan berjalannya waktu Presiden RI pertama, Ir. Soekarno, memerintahkan Gubernur DKI Jakarta, yang kala itu dijabat oleh H. Soemarno Sosroatmodjo, untuk mengembalikan pesona Ancol. Kemudian Ir. Soekarno menunjuknya sebagai pelaksana pembangunan serta pengembangan daerah Ancol di akhir Desember 1965.

Di tahun 1966, Gubernur DKI Jakarta yang saat itu dijabat oleh Ali Sadikin kemudian menyerahkan proyek Ancol kepada PT Pembangunan Jaya. Sejak saat itu perlahan-lahan Ancol berkembang hingga menjadi kawasan wisata terpadu yang sangat diminati oleh masyarakat hingga kini.

image0

Foto Ancol di Masa Lampau (WinNetNews/Dokumentasi Indocropcircles)

 

image1

Foto Ancol di Masa Lampau (WinNetNews/Dokumentasi Indocropcircles)

 

image2

Foto Ancol di Masa Lampau (WinNetNews/dokumentasi indocropcircles)

 

image3

Foto Ancol / Wahana Air Atlantis di Masa Kini (WinNetNews/Flickr)